• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Intoleransi dengan Berbagai Wajah Tantangan Pancasila di Era Terkini

Intoleransi dengan Berbagai Wajah Tantangan Pancasila di Era Terkini

October 5, 2024
2 Napiter di Lapas Serang Ikrar Setia kepada NKRI, Kalapas: Hasil Pembinaan Kepribadian dan Wawasan Kebangsaan

2 Napiter di Lapas Serang Ikrar Setia kepada NKRI, Kalapas: Hasil Pembinaan Kepribadian dan Wawasan Kebangsaan

August 6, 2026
Gubernur Jambi Ajak Pelajar Bentengi Diri dari Radikalisme, Narkoba, Judol dan Bullying

Gubernur Jambi Ajak Pelajar Bentengi Diri dari Radikalisme, Narkoba, Judol dan Bullying

August 6, 2026
Pemerintah Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Moratorium Hanya Berlaku untuk SPPG Baru

Program MBG Dorong Konsumsi Pemerintah dan Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2026

August 6, 2026
PBB: ISIS Terus Beradaptasi, Manfaatkan AI hingga Gim Daring untuk Rekrutmen dan Propaganda

PBB: ISIS Terus Beradaptasi, Manfaatkan AI hingga Gim Daring untuk Rekrutmen dan Propaganda

August 6, 2026
Seminar Internasional di Xinjiang, Peneliti BRIN Tawarkan Pendekatan Kolaboratif Ala Indonesia Tangani Terorisme

Seminar Internasional di Xinjiang, Peneliti BRIN Tawarkan Pendekatan Kolaboratif Ala Indonesia Tangani Terorisme

August 6, 2026
Jaga Keamanan Pangan, MTsN 1 Batang Hari Terapkan Pemeriksaan Berlapis pada MBG

Jaga Keamanan Pangan, MTsN 1 Batang Hari Terapkan Pemeriksaan Berlapis pada MBG

August 5, 2026
Gianyar Tanamkan Toleransi Sejak SMP, 80 Siswa Lintas Agama Digembleng Jadi Duta Persatuan

Gianyar Tanamkan Toleransi Sejak SMP, 80 Siswa Lintas Agama Digembleng Jadi Duta Persatuan

August 5, 2026
Pemerintah Hubungkan Koperasi Desa dengan Dapur MBG, Petani Tak Lagi Bingung Cari Pembeli

Pemerintah Hubungkan Koperasi Desa dengan Dapur MBG, Petani Tak Lagi Bingung Cari Pembeli

August 5, 2026
Masyarakat Kampus Diajak Padukan Sains, Spiritualitas, dan Pancasila dalam Pendidikan

Kolaborasi Pemerintah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pendidik, Keluraga Kunci Bangun Ketahanan Ideologi Bangsa

August 5, 2026
Moderasi Beragama Fondasi Jaga Persatuan di Tengah Meningkatnya Polarisasi di Medsos

Moderasi Beragama Fondasi Jaga Persatuan di Tengah Meningkatnya Polarisasi di Medsos

August 5, 2026
Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

August 5, 2026
BNPT-STIK Perkuat Kerja Sama Strategis Hadapi Ancaman Terorisme Modern

Keterlibatan Ormas Keagamaan Faktor Penting dalam Membangun Daya Tangkal Masyarakat terhadap penyebaran ideologi kekerasan.

August 5, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    2 Napiter di Lapas Serang Ikrar Setia kepada NKRI, Kalapas: Hasil Pembinaan Kepribadian dan Wawasan Kebangsaan

    2 Napiter di Lapas Serang Ikrar Setia kepada NKRI, Kalapas: Hasil Pembinaan Kepribadian dan Wawasan Kebangsaan

    Gubernur Jambi Ajak Pelajar Bentengi Diri dari Radikalisme, Narkoba, Judol dan Bullying

    Gubernur Jambi Ajak Pelajar Bentengi Diri dari Radikalisme, Narkoba, Judol dan Bullying

    Pemerintah Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Moratorium Hanya Berlaku untuk SPPG Baru

    Program MBG Dorong Konsumsi Pemerintah dan Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2026

    PBB: ISIS Terus Beradaptasi, Manfaatkan AI hingga Gim Daring untuk Rekrutmen dan Propaganda

    PBB: ISIS Terus Beradaptasi, Manfaatkan AI hingga Gim Daring untuk Rekrutmen dan Propaganda

    Seminar Internasional di Xinjiang, Peneliti BRIN Tawarkan Pendekatan Kolaboratif Ala Indonesia Tangani Terorisme

    Seminar Internasional di Xinjiang, Peneliti BRIN Tawarkan Pendekatan Kolaboratif Ala Indonesia Tangani Terorisme

    Jaga Keamanan Pangan, MTsN 1 Batang Hari Terapkan Pemeriksaan Berlapis pada MBG

    Jaga Keamanan Pangan, MTsN 1 Batang Hari Terapkan Pemeriksaan Berlapis pada MBG

    Gianyar Tanamkan Toleransi Sejak SMP, 80 Siswa Lintas Agama Digembleng Jadi Duta Persatuan

    Gianyar Tanamkan Toleransi Sejak SMP, 80 Siswa Lintas Agama Digembleng Jadi Duta Persatuan

    Pemerintah Hubungkan Koperasi Desa dengan Dapur MBG, Petani Tak Lagi Bingung Cari Pembeli

    Pemerintah Hubungkan Koperasi Desa dengan Dapur MBG, Petani Tak Lagi Bingung Cari Pembeli

    Masyarakat Kampus Diajak Padukan Sains, Spiritualitas, dan Pancasila dalam Pendidikan

    Kolaborasi Pemerintah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pendidik, Keluraga Kunci Bangun Ketahanan Ideologi Bangsa

    Trending Tags

    • Religi
      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      DIpermak Vietnam 0-3, Herdman Akui Timnas Indonesia Tampil Jelek

      DIpermak Vietnam 0-3, Herdman Akui Timnas Indonesia Tampil Jelek

      Jelang Hadapi Vietnam, Herdman Minta Timnas Indonesia Siap Hadapi Tekanan di Lapangan

      Jelang Hadapi Vietnam, Herdman Minta Timnas Indonesia Siap Hadapi Tekanan di Lapangan

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

      Gagal Pertahankan Gelar, Messi: Kami Sudah Memberikan Segalanya

      Gagal Pertahankan Gelar, Messi: Kami Sudah Memberikan Segalanya

      Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026, Rodri Dinobatkan Pemain Terbaik

      Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026, Rodri Dinobatkan Pemain Terbaik

      Ferran Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina, La Furia Roja Raih Gelar Dunia

      Ferran Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina, La Furia Roja Raih Gelar Dunia

      Fajar/Fikri Juara Japan Open 2026, Tumbangkan Ganda Nomor Satu Dunia di Final

      Fajar/Fikri Juara Japan Open 2026, Tumbangkan Ganda Nomor Satu Dunia di Final

    • Budaya
    • Lifestyle
      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Trending Tags

      • Opini
        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Suara-Suara Kecil Ketika MBG Datang Lagi Setelah Libur Sekolah Usai

        Suara-Suara Kecil Ketika MBG Datang Lagi Setelah Libur Sekolah Usai

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Daerah

        Intoleransi dengan Berbagai Wajah Tantangan Pancasila di Era Terkini

        by admin
        October 5, 2024
        in Daerah, News
        0
        Intoleransi dengan Berbagai Wajah Tantangan Pancasila di Era Terkini

        Leonard Chrysostomos Epafras

        511
        SHARES
        1.5k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Yogyakarta – Dalam perjalanan bangsa Indonesia sejak merdeka sampai saat ini, Pancasila hadir sebagai jembatan perbedaan suku, ras, bahkan agama yang berbeda. Pancasila mampu menjadi penengah berbagai ideologi ekstrem, seperti komunisme dan ekstremisme berlatar belakang agama, yang tidak terjadi hanya di Islam sebagai agama mayoritas, namun juga di agama lainnya di Indonesia.

        Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Leonard Chrysostomos Epafras, mengatakan Indonesia telah banyak belajar dari berbagai insiden yang dipicu oleh isu keagamaan. 

        Menurutnya Indonesia punya banyak pengalaman penanganan konflik horizontal, mulai dari insiden maupun kasus besar seperti yang pernah terjadi di Ambon. Radikalisme tidak bisa dikaitkan dengan Islam saja, karena nyatanya ada kombatan di Ambon yang beragama Kristen.

        “Mereka mendapatkan doktrin menggunakan Alkitab, namun ditujukan sebagai pembenaran tindak kekerasan yang dilakukan. Tidak hanya di Indonesia, contoh radikalisme umat Kristiani yang lebih masif dan berpola itu bisa kita lihat di Amerika Serikat, Australia dan Eropa, yang biasanya dimotori oleh kelompok berhaluan kanan (Kristen konservatif),” kata Leonard di Yogyakarta, Jumat (4/10/2024).

        Dirinya menyebutkan, ada beberapa kelompok Kristen di mancanegara yang berani berbuat intoleransi, radikalisme, dan terorisme karena peraturan perundang-undangan di negaranya begitu melindungi kebebasan berpikir dan berpendapat. 

        Model seperti ini memberikan kesempatan kepada kelompok kanan ekstrem, seperti KKK (Ku Klux Klan) di Amerika Serikat. Kelompok semacam ini menolak ras yang lain, khususnya kulit hitam, dengan justifikasi tafsir Alkitab yang mereka yakini.

        Selaku penganut agama Kristen Protestan, menurut Leonard, seharusnya manusia dengan sesamanya harus saling mengasihi. Biar bagaimanapun, manusia yang beragam agama dan latar belakang ini diciptakan dari Tuhan yang sama.

        “Setiap insan harus sadar bahwa kita adalah keluarga besar dalam kemanusiaan. Istilah dalam agama Kristen itu oikoumene, yang artinya keluarga besar. Kita semua adalah manusia ciptaan Tuhan yang hidup bersama. Oikumene inilah yang menjadi branding dari PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia), sebagai lembaga payung Kekristenan terbesar di Indonesia. Branding ini digunakan karena menyadari, tiap manusia memang berasal dari satu Pencipta yang sama,” ulas Leonard.

        Sebagai bagian dari upaya kelompok Kristen membangun peradaban di Indonesia, ranah pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama dalam kontribusi mereka. Leonard mengatakan bahwa inisiasi dari kedua aspek tersebut sudah lama dijalankan di tengah Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam. Hal ini kemudian dianggap Leonard sebagai bentuk bagaimana umat Kristiani berkontribusi pada integritas sosial dan pembangunan masyarakat secara umum. 

        Menurut Leonard, dari kebanyakan kasus intoleransi terhadap perbedaan agama di Indonesia yang Ia pelajari, sebenarnya bukan karena berbedanya agama yang dianut semua pihak yang terlibat. Konflik biasanya terjadi karena adanya relasi mayoritas-minoritas, atau kecemburuan pihak mayoritas terhadap apa yang dimiliki kelompok yang jadi minoritas di suatu wilayah.

        “Misalnya di Nusa Tenggara Timur, warga pendatang yang paling banyak berasal dari Bima, Jawa Timur, dan Makassar. Pendatang yang biasanya beragama Islam ini datang dengan usaha, etos kerja, dan akses permodalan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan warga setempat yang beragama Kristen. Ketimpangan yang awalnya murni karena faktor ekonomi, menjadi semakin melebar karena dikait-kaitkan dengan isu perbedaan agama, bahkan seolah menjadi legitimasi atas kecemburuan sosial yang dirasakan,” ungkap Leonard.

        Dirinya mengatakan, permasalahan di wilayah-wilayah dengan minoritas Islam biasanya muncul pada waktu misalnya mendirikan masjid atau sarana ibadah lainnya. Kemudian, mayoritas Kristen disana mempersoalkan umat Islam yang minoritas, kenapa harus membangun rumah ibadah, padahal jumlah mereka sedikit. 

        Lucunya, isu yang sama juga bisa ditemukan andaikata situasinya dibalik. Isunya mirip sekali dengan penentangan pembangunan Gereja di berbagai daerah yang mayoritasnya beragama Islam.

        Kebencian terhadap umat Islam yang minoritas seolah mendapatkan restu dari ayat-ayat Alkitab yang “disesuaikan” agar mampu menjadi legitimasi atas tindak kekerasan yang telah direncanakan. Seperti misalnya, “bagaimana mungkin gelap dan terang itu jalan bersama?” 

        Interpretasi gelap itu jelas milik umat Kristiani yang mayoritas, dan gelap adalah milik umat-umat yang minoritas, termasuk Islam sebagai pendatang. Padahal, menurut Leonard, Yesus berkata sebaliknya dengan firman-Nya, “kasihilah musuhmu,” bahkan musuh saja harus dikasihi.

        Leonard berharap agar masyarakat Indonesia bisa lebih matang dan bijaksana dalam menghadapi isu yang berpotensi menimbulkan polarisasi dan gesekan horizontal. Kebersamaan bangsa Indonesia yang dinaungi Pancasila sebagai ideologi bernegara telah berkali-kali melewati ujian kebangsaan, dan hendaknya tetap kuat dalam menghadapi tantangan berikutnya.

        “Jangan sampai kita mundur ke era pra-Pancasila, ketika kita tidak punya konsep bersama. Pancasila mungkin bisa ditafsirkan dengan bermacam cara, tetapi tetap menjadi cara kita untuk saling terikat dan berhasil menjadi Indonesia yang seutuhnya,” pungkas Leonard. 

        Tags: ekstremismeideologi ekstremintoleransiKomunismeLeonard Epafraspancasila
        Share204Tweet128Share51
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        2 Napiter di Lapas Serang Ikrar Setia kepada NKRI, Kalapas: Hasil Pembinaan Kepribadian dan Wawasan Kebangsaan

        2 Napiter di Lapas Serang Ikrar Setia kepada NKRI, Kalapas: Hasil Pembinaan Kepribadian dan Wawasan Kebangsaan

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        2 Napiter di Lapas Serang Ikrar Setia kepada NKRI, Kalapas: Hasil Pembinaan Kepribadian dan Wawasan Kebangsaan

        2 Napiter di Lapas Serang Ikrar Setia kepada NKRI, Kalapas: Hasil Pembinaan Kepribadian dan Wawasan Kebangsaan

        August 6, 2026
        Gubernur Jambi Ajak Pelajar Bentengi Diri dari Radikalisme, Narkoba, Judol dan Bullying

        Gubernur Jambi Ajak Pelajar Bentengi Diri dari Radikalisme, Narkoba, Judol dan Bullying

        August 6, 2026
        Pemerintah Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Moratorium Hanya Berlaku untuk SPPG Baru

        Program MBG Dorong Konsumsi Pemerintah dan Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2026

        August 6, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019