Jakarta – Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Benny Susetyo, telah meninggal dunia. Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam.
Romo Benny wafat saat menjalankan tugas untuk menyebarluaskan ideologi Pancasila. Yudian mengakui dedikasi Benny dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa bagi masyarakat Indonesia.
“Beliau meninggal dunia saat menjalankan tugas kedinasan untuk memperkuat pemahaman Pancasila di Pontianak, Kalimantan Barat,” kata Yudian dalam keterangan persnya pada Sabtu (5/10/2024).
Romo Benny meninggal sekitar pukul 00.05 WIB. Yudian menyatakan bahwa pemikirannya tentang kebhinnekaan dan toleransi telah menginspirasi banyak orang.
“Mendiang dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan. Selama masa pengabdiannya sebagai Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP dari 2018 hingga 2024, beliau memberikan kontribusi besar dalam memperkuat pemahaman dan implementasi ideologi Pancasila di masyarakat,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa Benny dikenal sebagai pribadi yang gigih dalam melawan berbagai ketimpangan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Perjuangan Benny bisa dilihat melalui berbagai pernyataan dan tulisan-tulisannya.
Sebagai pejuang kemanusiaan, toleransi, dan demokrasi, Benny tak kenal lelah mengadvokasi masyarakat yang lemah, korban bencana, dan korban kekerasan. Melalui tulisan-tulisannya, ia memberikan kritik konstruktif untuk kemajuan demokrasi di Indonesia, kata mantan Rektor UIN Kalijaga ini.
Yudian juga menyatakan bahwa Romo Benny dikenal sebagai aktivis yang sering menyuarakan pandangannya mengenai isu-isu sosial, politik, kemanusiaan, dan keagamaan di Indonesia. Kesederhanaannya membuatnya dekat dengan berbagai kalangan, termasuk media, tokoh agama, politisi, dan masyarakat.
“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi BPIP dan seluruh bangsa Indonesia. Semoga mendiang diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ungkapnya.
“Selamat jalan, Dr. Antonius Benny Susetyo. Dedikasi dan jasa-jasamu akan selalu kami kenang,” tambah Yudian.

































































