Jakarta – Kelompok Hamas mengucapkan selamat kepada rakyat Suriah atas keberhasilan mereka dalam menggulingkan Presiden Bashar al-Assad dan menyerukan persatuan di negara tersebut.
“Hamas menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Suriah atas pencapaian mereka dalam meraih kebebasan dan keadilan, serta menyerukan agar seluruh elemen rakyat Suriah bersatu,” demikian pernyataan dari kelompok milisi Palestina tersebut, yang dilansir oleh AFP dan Al Arabiya, Selasa (10/12/2024).
Sebelumnya, Suriah di bawah kepemimpinan al-Assad menjadi bagian penting dari “poros perlawanan” yang dipimpin Iran, yang mencakup Hizbullah di Lebanon dan Hamas dalam perjuangan mereka melawan Israel.
Setelah pecahnya perang antara Hamas dan Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, Israel intensifkan serangan udara terhadap target-target yang berhubungan dengan Iran di Suriah.
Pada Senin sebelumnya, kelompok militan Jihad Islam Palestina (PIJ) menyatakan bahwa situasi yang terjadi di Suriah adalah urusan internal negara tersebut, namun berharap Suriah tetap mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Peristiwa yang terjadi di Suriah adalah urusan Suriah,” kata Sekretaris Jenderal PIJ, Jihad al-Nakhalah. Ia berharap Suriah tetap menjadi pendukung setia rakyat Palestina seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
Rezim Assad akhirnya tumbang setelah kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) mengklaim telah menguasai pusat kota Damaskus pada akhir pekan lalu. Pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jolani, mengumumkan kemenangan mereka atas Damaskus, dan kini ia menggunakan nama asli, Ahmed al-Sharaa, sebagai simbol kebangkitannya dalam politik Suriah.
































































