Jakarta — Dunia internasional ramai membela Indonesia setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengancam menjatuhkan sanksi lantaran Indonesia menolak kehadiran atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam yang digelar di Jakarta.
Sikap Indonesia yang menolak kehadiran delegasi Israel didasari prinsip kemanusiaan dan konsistensi politik luar negeri yang menentang penjajahan di atas dunia, termasuk di Palestina. Namun langkah ini justru mendapat reaksi keras dari IOC yang menilai Indonesia melanggar asas universalitas olahraga.
Ancaman IOC itu langsung menuai gelombang kritik global. Di berbagai media sosial, ribuan warganet dari berbagai negara menyuarakan dukungan kepada Indonesia dan mengecam sikap tidak adil IOC yang dinilai berpihak pada Israel.
“Indonesia dikenai sanksi sebelum Israel. Kita perlu mendekolonisasi olahraga dengan segera,” tulis aktivis Yahudi pro-Palestina Alon Mizrahi di akun media sosialnya.
Seruan dukungan juga datang dari pengguna internet di berbagai negara yang menyerukan boikot terhadap Olimpiade sebagai bentuk solidaritas.
“Saya memboikot Olimpiade. Saya bersama Indonesia. Bebaskan Palestina,” tulis seorang netizen.
“IOC adalah lelucon, kan?” komentar pengguna lain.
Sebelumnya, IOC mengeluarkan ancaman untuk mengucilkan Indonesia dari ajang olahraga internasional, karena pemerintah Indonesia menolak memberikan visa kepada enam atlet Israel yang hendak mengikuti kejuaraan dunia tersebut.
Keenam atlet itu adalah Artem Dolgopyat, Eyal Indig, Ron Payatov, Lihie Raz, Yali Shoshani, dan Roni Shamay. Federasi Senam Israel sempat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), namun permohonan itu ditolak, sehingga para atlet tersebut tetap tidak dapat bertanding.
Sebagai respons, IOC menyatakan dua langkah tegas terhadap Indonesia:
Memutus dialog dengan Indonesia terkait potensi penyelenggaraan Olimpiade di masa depan.
Meminta federasi olahraga internasional untuk tidak menggelar kejuaraan di Indonesia hingga negara ini memberikan jaminan bahwa semua atlet dapat bertanding tanpa diskriminasi.
Meski begitu, banyak pihak menilai keputusan IOC justru mengabaikan prinsip keadilan dan kemanusiaan yang menjadi dasar sejati dari semangat Olimpiade. Dukungan kepada Indonesia terus mengalir dari berbagai komunitas internasional yang memuji ketegasan Indonesia dalam mempertahankan prinsip kemerdekaan dan solidaritas terhadap bangsa Palestina.
Sikap Indonesia dipandang sejalan dengan amanat konstitusi yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, serta konsisten dengan posisi Indonesia yang selama ini aktif memperjuangkan hak-hak kemanusiaan di forum global.

































































