Bandung — Program unggulan pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan ke berbagai daerah. Kali ini, DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi di GOR Badminton Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jumat (24/10/2025).
Program yang menyasar anak-anak usia 6–12 tahun ini bertujuan memperkuat ketahanan gizi generasi penerus bangsa sekaligus membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani, Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Badan Aspirasi Masyarakat Ahmad Heryawan, serta Perwakilan BGN Anyelir Puspa Kemala.
Dalam sambutannya, Netty Prasetiyani menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. DPR RI memastikan program ini berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan di seluruh daerah,” ujar Netty.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan mutu makanan dan tata kelola anggaran, serta menekankan bahwa peran keluarga tetap menjadi fondasi utama ketahanan gizi.
“Orang tua memegang tanggung jawab utama menjaga gizi anak sejak dini. Ketahanan gizi nasional dimulai dari rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Ahmad Heryawan menyebut program MBG sebagai strategi nasional untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Program ini menyasar anak usia sekolah dan kelompok rentan gizi buruk. Tujuannya melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berprestasi,” kata Heryawan.
Ia menambahkan, selain berdampak pada perbaikan gizi, program ini juga menghidupkan ekonomi lokal melalui kemitraan dengan petani dan pelaku UMKM daerah.
“Ketika bahan baku diambil dari produksi lokal, petani dan pelaku usaha kecil ikut merasakan manfaatnya. Jadi, MBG juga menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Perwakilan BGN, Anyelir Puspa Kemala, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG mengacu pada tata kelola digital untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
“Kami menerapkan empat standar utama: kecukupan kalori, keseimbangan gizi, higienitas, dan keamanan pangan. Semua disusun oleh ahli gizi dengan memanfaatkan bahan baku lokal,” jelas Anyelir.
Menurutnya, penerapan sistem digital dalam MBG memastikan setiap proses, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi makanan, dapat diawasi secara real time.
Selain memperkuat gizi anak, lanjut Anyelir, program ini turut meningkatkan permintaan hasil pertanian dan produk UMKM, sehingga memperkuat kemandirian pangan daerah.
Sosialisasi MBG di Bandung ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mencetak generasi sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Serang: Gubernur Banten, Andra Soni meninjau pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Mauk, Senin (27/10/2025). Dalam kunjungannya ini, Andra menegaskan bahwa program MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“MBG memberikan nutrisi yang memadai sehingga meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar. MBG bisa meningkatkan prestasi,” katanya.
Baca juga: Wali Murid SDIT Al-Izzah Keberatan MBG Masuk Sekolah
Andra Soni juga berpesan agar siswa selalu menghabiskan setiap makanan yang disajikan. Pemerintah akan terus berupaya memberikan program MBG secara maksimal. “Supaya tidak mubazir,” kata Andra Soni.
Selain meninjau pelaksanaan MBG, gubernur juga melihat progres pembangunan ruang kelas baru dan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ia berpesan agar seluruh sarana dan prasarana pendidikan dijaga dengan baik.
“Kalau ada WC mampet, eternit langit-langit bolong, segera perbaiki. Kita harus memberikan siswa tempat belajar yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Usai peninjauan, Andra Soni mengaku senang melihat para siswa menikmati makanan yang disajikan melalui program MBG. Ia meyakini program tersebut memberikan dampak positif terhadap semangat dan prestasi belajar siswa. “Tadi para siswa terlihat senang menerima program MBG ini,” katanya.
Baca juga; Satgas Khusus Dikerahkan Percepat Distribusi MBG
Sementara Plt Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Lukman menjelaskan, terdapat sekitar 1.296 siswa penerima manfaat program MBG di SMAN 2 Kabupaten Tangerang. Ke depan, jumlah penerima manfaat akan terus meningkat.
“Secara umum, sampai saat ini capaian program MBG di Kabupaten Tangerang sudah cukup baik, berada di angka sekitar 40 persen,” katanya.
































































