Kabupaten Bogor — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membangun lima rumah ibadah dalam satu kawasan pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah ini menjadi simbol komitmen Polri dalam memperkuat moderasi beragama serta mempererat persaudaraan lintas iman di tengah keberagaman bangsa.
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo bersama jajaran menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan gereja Katolik, gereja Protestan, pura, dan vihara. Dalam kesempatan yang sama, ia juga meresmikan Masjid Al-Nadhah Suhada di lingkungan sekolah tersebut.
Kelima rumah ibadah itu dibangun berdekatan dalam satu kawasan pendidikan, menjadi cerminan nyata nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
“Kami sadar akan perbedaan, tetapi perbedaan itu justru menguatkan persatuan,” ujar Karowatpers Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri Brigadir Jenderal Polisi Budhi Herdi di sela kegiatan, Kamis (13/11/2025).
Budhi menjelaskan, seluruh peserta didik SMA Kemala Taruna Bhayangkara akan diperkenalkan sejak dini pada keberagaman agama dan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, pendidikan karakter seperti ini menjadi pondasi penting agar generasi muda tumbuh dengan semangat toleransi, tenggang rasa, dan cinta damai.
“Kami ingin para siswa hidup dalam harmoni, tidak terpecah oleh perbedaan latar belakang. Ini bagian dari pembentukan karakter anak bangsa,” tambah Budhi.
Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas ibadah lintas agama ini merupakan implementasi nyata dari arahan Presiden dan Kapolri untuk memperkuat kebhinnekaan.
“Ini bagian dari kontribusi Polri dalam menjaga persatuan dan kerukunan, sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan semangat moderasi beragama,” kata Trunoyudo.
Selain membangun rumah ibadah, Polri juga menyalurkan seribu paket sembako dan memberikan santunan kepada seratus anak yatim di sekitar kawasan sekolah. Kegiatan sosial itu, menurut Trunoyudo, adalah wujud kepedulian Polri sekaligus bentuk dakwah kebajikan di tengah masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga membawa manfaat dan keberkahan bagi warga sekitar,” ujarnya.
Direktur Kebhayangkaraan SMA KTB Brigadir Jenderal Polisi M. Arif Sugiarto menuturkan bahwa pembangunan rumah ibadah lintas agama ini merupakan bagian dari visi besar SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang akan diarahkan menjadi sekolah unggulan berstandar internasional, namun tetap berakar pada nilai-nilai religius dan nasionalisme.
“Pendidikan toleransi ini sangat penting sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Generasi unggul harus mampu bekerja sama dalam keberagaman, tanpa kehilangan jati diri dan keimanan,” kata Arif.
Pembangunan kawasan ibadah lintas agama di SMA KTB ini diharapkan menjadi model pendidikan moderasi beragama yang bisa direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui langkah ini, Polri tidak hanya membangun gedung, tetapi juga menanamkan semangat persaudaraan sejati — sebagaimana diajarkan dalam Islam, “Lakum diinukum waliya diin” (bagimu agamamu, bagiku agamaku) — sebuah pesan luhur untuk hidup damai dalam perbedaan, tanpa menghapus rasa persatuan sebagai bangsa Indonesia. (Ant)
































































