Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu pendorong utama menguatnya sektor pertanian nasional sepanjang 2025. Di tengah tekanan ekonomi global, permintaan pangan dari program prioritas pemerintah ini ikut menggerakkan subsektor tanaman pangan, peternakan, hingga perikanan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian tumbuh 5,33 persen secara tahunan pada 2025, menjadi capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir.
“Pertumbuhan sektor pertanian pada 2025 mencapai 5,33 persen. Ini merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir,” ujar Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Kamis (5/2).
BPS menjelaskan, lonjakan kinerja tersebut terutama ditopang oleh subsektor tanaman pangan yang tumbuh hingga 9,94 persen. Peningkatan produksi padi dan jagung sejalan dengan membaiknya infrastruktur irigasi, penyaluran subsidi pupuk, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, termasuk pasokan bagi MBG.
Selain tanaman pangan, subsektor peternakan juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 7,78 persen. Kenaikan ini didorong meningkatnya produksi telur dan ayam ras sebagai sumber protein hewani utama dalam menu Makan Bergizi Gratis.
“Permintaan pangan bergizi, termasuk protein hewani, ikut mendorong aktivitas peternakan,” ungkap Amalia.
Subsektor perikanan turut mencatat pertumbuhan 4,95 persen, didukung peningkatan produksi dari perikanan tangkap dan budidaya yang berperan sebagai alternatif sumber protein dalam pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
Secara lebih luas, BPS menilai Program Makan Bergizi Gratis berkontribusi dalam menjaga stabilitas permintaan domestik di sektor pangan. Dampaknya tidak hanya terasa pada produksi, tetapi juga pada penguatan rantai pasok pertanian dan perikanan di tingkat daerah.
Di tengah dinamika perdagangan global dan ketegangan geopolitik, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Pada triwulan IV 2025, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,39 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 5,03 persen.

































































