Jakarta – Sorotan publik terhadap menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan komitmen lembaganya untuk menjaga mutu gizi sekaligus transparansi anggaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan usai rapat koordinasi bersama mitra dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (25/2/2026). Evaluasi dilakukan menyusul perbincangan di ruang publik yang menilai menu MBG Ramadan belum memenuhi angka kecukupan gizi (AKG).
“Kami ingin memastikan pelaksanaan MBG Ramadan tetap sesuai standar gizi, tepat sasaran, serta transparan dari sisi penggunaan anggaran. Evaluasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik,” ujar Dadan di Jakarta.
Evaluasi Menu hingga Kemasan
Menurutnya, pengawasan tidak hanya menyasar komposisi makanan, tetapi juga aspek kemasan dan penyajian. Dadan mengingatkan agar makanan tidak sekadar dibungkus plastik sederhana, melainkan menggunakan wadah higienis yang mampu menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Selain itu, ia meminta seluruh SPPG dan mitra memperhatikan kesesuaian bahan pangan dengan pagu anggaran yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, komoditas kacang dinilai relatif lebih mahal dibandingkan telur, sementara telur memiliki citra protein yang lebih kuat serta lebih mudah diterima masyarakat.
BGN pun mendorong penyesuaian komposisi menu—misalnya mengganti kacang dengan telur—tanpa mengurangi nilai gizi yang ditetapkan.
Transparansi AKG dan Anggaran
Dadan juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam perhitungan angka kecukupan gizi dan harga bahan baku. Setiap SPPG diminta menyusun penjelasan rinci terkait komposisi gizi dan biaya per porsi.
Adapun pagu harga bahan baku ditetapkan sebesar Rp8.000 untuk balita hingga siswa kelas 3 SD, dan Rp10.000 untuk kelompok lainnya. Nilai tersebut dapat menyesuaikan indeks kemahalan daerah dan bersifat at cost.
“Patokan dasar itu bisa berbeda sesuai kondisi wilayah. Karena itu perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik,” tegasnya.
Langkah evaluasi ini menjadi bagian dari upaya BGN menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program MBG tetap berjalan sesuai standar selama Ramadan.
































































