Solo – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak ekonomi bagi pedagang buah di Pasar Gede Hardjonagoro. Salah satunya dirasakan Sugeng (44), pedagang buah yang mengaku penjualan melon meningkat signifikan sejak pasokan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rutin dilakukan.
Sugeng, yang telah berjualan selama 24 tahun di pasar tersebut, mengatakan melon menjadi komoditas paling banyak dibeli untuk kebutuhan MBG. Permintaan yang tinggi membuat volume penjualan meningkat drastis setiap harinya.
“MBG ambilnya di sini banyak. Yang paling banyak dibeli melon,” ujarnya.
Ia menjelaskan, buah yang dijualnya berasal langsung dari petani di berbagai daerah, seperti Jombang, Boyolali, dan Madiun. Dengan adanya permintaan dari program MBG, penjualan melon dari lapaknya kini bisa mencapai 2 hingga 4 ton per hari.
Menurut Sugeng, peningkatan permintaan tersebut turut mendorong perbaikan harga di tingkat pedagang maupun petani. Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil di pasar tradisional ikut merasakan dampak positif dari program pemerintah.
“Ada peningkatan. Harga mulai bagus,” katanya.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut karena tidak hanya bermanfaat bagi penerima manfaat, tetapi juga memperkuat ekonomi pedagang dan petani buah. Permintaan yang stabil dinilai membantu meningkatkan kesejahteraan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
“Enaknya dilanjut. Mungkin petani hidupnya agak meningkat karena harganya juga bagus. Ada peningkatan,” ucap Sugeng.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, kehadiran MBG memberikan dampak langsung bagi banyak pihak, mulai dari petani, pedagang, hingga masyarakat penerima manfaat.
“Makasih Pak Prabowo. Kalau sudah ada MBG petani juga ikut senang, penjual ikut senang, semua ikut senang,” tutupnya.

































































