Jakarta – Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar membawa pengalaman Indonesia dalam membangun moderasi beragama ke forum internasional lintas agama di Wina, Austria. Pertemuan tersebut mempertemukan tokoh agama, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk membahas strategi menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman global.
Forum ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional yang selama ini dijalin melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama. Pertemuan tersebut juga dihadiri berbagai delegasi dari Eropa yang menyoroti tantangan meningkatnya pluralitas identitas agama dan budaya.
Dalam kesempatan itu, Asep memaparkan pendekatan moderasi beragama yang dikembangkan di UIN Jakarta melalui integrasi ilmu keislaman dan ilmu umum. Model tersebut dinilai mampu membentuk cara pandang keberagamaan yang inklusif, rasional, serta relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menekankan bahwa moderasi beragama tidak cukup hanya disampaikan secara normatif, tetapi perlu diimplementasikan melalui sistem pendidikan. Integrasi kurikulum menjadi kunci untuk membangun sikap toleran sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang kontekstual.
Delegasi dari Austria dan sejumlah negara lain menyoroti pentingnya dialog lintas agama dan antarbudaya sebagai sarana membangun saling pengertian. Tantangan utama yang dihadapi, khususnya di kawasan Eropa, adalah menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman identitas masyarakat.
Forum tersebut juga menegaskan peran strategis masyarakat sipil, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam menciptakan harmoni sosial. Sinergi ketiganya dinilai penting untuk merespons dinamika global yang semakin kompleks.
Selain diskusi, pertemuan ini menghasilkan komitmen awal untuk memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi. Bentuknya meliputi riset kolaboratif, konferensi internasional, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa guna memperluas jejaring akademik global.
Keikutsertaan UIN Jakarta dalam forum ini sekaligus mempertegas kontribusi Indonesia dalam mempromosikan nilai moderasi beragama di tingkat internasional melalui jalur pendidikan tinggi.

































































