Madrid – Pertemuan sengit antara Atletico Madrid dan Arsenal pada leg pertama semifinal Liga Champions UEFA berakhir imbang 1-1, namun menyisakan kontroversi terkait keputusan wasit dan penggunaan teknologi video assistant referee.
Bermain di Estadio Metropolitano, Kamis (30/4/2026) dini hari waktu Indonesia barat, Arsenal lebih dulu unggul lewat penalti Viktor Gyokeres menjelang turun minum.
Tuan rumah membalas pada babak kedua melalui penalti Julian Alvarez setelah insiden handball di kotak terlarang.
Sejak awal laga, kedua tim tampil terbuka. Arsenal beberapa kali mengancam melalui pergerakan Noni Madueke, sementara Atletico merespons lewat peluang Alvarez yang memaksa David Raya melakukan penyelamatan penting.
Gol pembuka lahir pada menit ke-44 setelah pelanggaran David Hancko berbuah penalti. Gyokeres menjalankan tugasnya dengan baik untuk membawa Arsenal unggul.
Memasuki babak kedua, Atletico meningkatkan tekanan. Penalti diberikan setelah tinjauan VAR terkait handball, dan Alvarez sukses menyamakan skor menjadi 1-1.
Tuan rumah hampir berbalik unggul, termasuk melalui peluang Antoine Griezmann yang membentur mistar gawang.
Kontroversi terjadi pada menit ke-78 ketika Arsenal sempat mendapat penalti kedua. Namun, setelah peninjauan VAR, keputusan tersebut dibatalkan, memicu protes keras dari kubu tamu.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menilai keputusan tersebut tidak konsisten dan merugikan timnya.
“Itu keputusan yang salah dan mengubah jalannya pertandingan,” ujarnya.
Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim masih terbuka. Arsenal akan menjamu Atletico pada leg kedua di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026) dini hari waktu Indonesia barat, untuk menentukan tiket ke final.
































































