Gresik – Suasana berbeda terlihat di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang atau SD Almadany, Kebomas, Senin (11/5/2026). Kedatangan mobil putih bertuliskan SPPG Prambangan menjadi penanda resmi dimulainya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut.
Sekitar pukul 08.30 WIB, kendaraan pengangkut makanan itu memasuki halaman sekolah dan langsung disambut riuh para siswa. Sorak gembira terdengar dari berbagai sudut, menandai antusiasme anak-anak yang telah lama menantikan program tersebut.
Bagi SD Almadany, kehadiran MBG bukan sekadar agenda distribusi makanan gratis. Program ini dipandang sebagai ruang pembelajaran baru bagi siswa—tentang pentingnya gizi, kebersamaan, hingga pembentukan karakter.
“Alhamdulillah, setelah 1,5 tahun akhirnya MBG hadir di SD Almadany,” ujar Kepala Sekolah Lilik Isnawati dikutip dari pwmu.co.
Menurutnya, manfaat MBG tidak berhenti pada terpenuhinya kebutuhan nutrisi siswa. Program ini juga diharapkan membangun kebiasaan hidup sehat dan menumbuhkan semangat belajar.
“Semoga dengan tubuh yang sehat, kita bisa belajar lebih semangat dan menjadi anak-anak yang hebat,” katanya.
Lilik juga menyoroti nilai pendidikan karakter yang bisa tumbuh dari pelaksanaan program tersebut. Mulai dari kebiasaan menerima makanan dengan tertib, makan bersama, hingga membereskan perlengkapan setelah selesai.
“Jadi bukan hanya gizi yang terpenuhi, tapi anak-anak juga belajar menjadi lebih santun dalam akhlak,” tambahnya.
Hal senada terlihat dari respons para siswa. Salah satunya Kinarian Shafhah Juniawan, siswi kelas V yang mengaku sangat menikmati menu perdana MBG.
“Enak tadi makanannya. Ada nasi, jeruk, sayur wortel buncis, tahu goreng, dan nugget. Saya paling suka nuggetnya,” ujarnya sambil tersenyum.
Program MBG sendiri dirancang pemerintah bukan hanya untuk meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga menciptakan nurturant effect atau manfaat tambahan seperti peningkatan literasi gizi, kebiasaan hidup bersih dan sehat, kemampuan bersosialisasi, hingga motivasi belajar.
Di SD Almadany, manfaat itu mulai terlihat sejak hari pertama: dari satu kotak makan sederhana, anak-anak belajar tentang kesehatan, kedisiplinan, dan nilai kebersamaan yang akan mereka bawa hingga dewasa.
































































