Malang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi, tetapi juga mulai menjadi pasar yang menjanjikan bagi produk peternakan dalam negeri. Salah satunya dirasakan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, yang setiap hari memasok ratusan liter susu segar untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.
Kepala BBIB Singosari, drh. Akbar, mengatakan sekitar 300 liter susu segar diproduksi setiap hari dari 30 ekor sapi perah yang dikelola balai tersebut. Seluruh hasil produksi itu diserap oleh jaringan dapur MBG di Kabupaten Malang.
“Untuk MBG kami memiliki peternakan sapi perah. Produksi susu segarnya sekitar 300 liter per hari dari 30 ekor sapi,” kata Akbar, Senin (30/6).
Menurutnya, pasokan susu tersebut didistribusikan ke sekitar lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kecamatan Lawang. Penyaluran dilakukan secara bergiliran sesuai kebutuhan masing-masing dapur MBG.
Harga susu segar yang dipasok berkisar antara Rp8.000 hingga Rp9.000 per liter. Dengan adanya permintaan rutin dari SPPG, seluruh produksi susu harian dapat terserap tanpa kendala.
“Seluruh produksi susu ditampung oleh SPPG di Lawang. Penyerapannya dilakukan secara bergantian setiap hari,” ujarnya.
Saat operasional dapur MBG berhenti sementara karena libur sekolah, BBIB Singosari mengalihkan distribusi susu segarnya ke sektor koperasi agar produksi tetap terserap.
“Selama masa libur sekolah seperti sekarang, pasokan kami dialihkan ke Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung,” jelas Akbar.
Meski demikian, BBIB Singosari hingga kini belum menjalin kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari rantai distribusi pangan.
“Belum, karena memang belum ada interaksi dengan koperasi desa,” katanya.
Sebagai pusat pengembangan genetika ternak nasional, BBIB Singosari memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas peternakan Indonesia. Saat ini balai tersebut mengelola 279 ekor sapi perah, 165 sapi pejantan dari berbagai ras, 30 kambing pejantan, serta 411 bibit kambing.
Keterlibatan BBIB Singosari dalam memasok kebutuhan susu untuk Program MBG menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai memperkuat rantai pasok pangan nasional dengan melibatkan lembaga peternakan, koperasi, hingga produsen lokal.
Ke depan, semakin luasnya cakupan MBG diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi sektor peternakan nasional untuk berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di bidang pangan. (Ant)

































































