Bogor – Kerukunan antarumat beragama di Kota Bogor kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Puluhan warga dari berbagai latar belakang agama bergotong royong membersihkan aliran Sungai Cibalok di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Sabtu (1/8), sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan persaudaraan di tengah keberagaman.
Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai komunitas dan organisasi lintas iman, di antaranya BMV Katedral, SFA Sukasari, Zebaoth, Gusdurian, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Ansor, Banser, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU).
Aksi diawali dengan apel bersama di Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi Sukasari sebelum para peserta menyusuri aliran sungai yang melintasi tiga wilayah RW untuk mengangkat sampah dan membersihkan lingkungan.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut kolaborasi lintas agama sebagai cerminan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Kota Bogor.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan nilai yang diajarkan oleh setiap agama sehingga dapat menjadi titik temu yang menyatukan berbagai kelompok masyarakat.
“Saya merasa bangga melihat seluruh elemen lintas agama dapat bersatu dalam satu tujuan, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui aksi nyata,” ujarnya.
Jenal menilai kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarkelompok yang selama ini hidup berdampingan di Kota Bogor. Ia berharap ruang-ruang kolaborasi serupa terus diperbanyak sebagai sarana membangun saling pengertian dan memperkuat semangat persatuan.
Ketua Panitia Komunitas Lintas Agama Kota Bogor, Sukoco, mengatakan antusiasme peserta menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan kuat untuk membangun kebersamaan melalui kegiatan yang bermanfaat.
Menurutnya, bekerja bersama membersihkan sungai menjadi cara sederhana namun efektif untuk mempererat hubungan antarkomunitas sekaligus menghilangkan sekat-sekat yang kerap muncul akibat perbedaan.
“Ketika orang-orang dari berbagai latar belakang bekerja bersama, rasa saling percaya tumbuh dengan sendirinya. Dari sinilah semangat toleransi dapat berkembang dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Pemerintah Kota Bogor menyatakan akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial yang melibatkan kolaborasi lintas agama. Selain menjaga lingkungan, kegiatan semacam ini dinilai mampu memperkuat kohesi sosial serta menumbuhkan budaya gotong royong yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Indonesia.
Jenal juga mengajak aparatur wilayah untuk terus mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan serupa di lingkungan masing-masing agar semangat kebersamaan semakin mengakar di tengah masyarakat.
Melalui aksi membersihkan Sungai Cibalok, masyarakat Kota Bogor menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bekerja sama. Justru melalui kolaborasi lintas iman, nilai toleransi, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong dapat tumbuh menjadi kekuatan bersama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
































































