WARUNGKIARA – Momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menjadi saksi kembalinya dua warga binaan terorisme ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dua warga binaan pemasyarakatan (WBP) tindak pidana terorisme, yakni Makmur bin Bachtiar (pidana 5 tahun) dan Agus Triandi bin Yusuf Supandi (pidana 7 tahun), mengucapkan Ikrar Setia kepada NKRI pada Selasa (29/9/2026).
Prosesi itu tidak ditempatkan sebagai seremoni belaka. Ikrar ini menjadi tahapan penting dalam program pembinaan dan deradikalisasi – mulai dari penguatan wawasan kebangsaan, pembinaan keagamaan, hingga persiapan reintegrasi sosial.
Suasana berlangsung khidmat. Diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, kedua WBP membacakan sumpah setia, memberikan penghormatan, dan mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol komitmen. Komitmen itu kemudian dikuatkan dengan penandatanganan ikrar, disaksikan Polres Sukabumi, BNPT, Satgaswil Jabar Densus 88 Antiteror, dan Kemenag Kabupaten Sukabumi.
Wakil Ketua DPC Iqomah Nusantara Kabupaten Sukabumi, KH. Yandi Muhammad Lutfi, yang hadir memberikan tausiyah, menyebut Maulid Nabi harus menjadi momentum refleksi, bukan sekadar perayaan.
“Maulid Nabi ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persaudaraan dan kedamaian,” ujarnya.
Menurutnya, ketika seseorang kembali kepada nilai Islam yang rahmatan lil alamin, maka kecintaan kepada sesama, bangsa dan negara harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Plh. Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Warungkiara, Purwurestu Adi, menegaskan ikrar ini adalah bagian dari proses panjang.
“Ikrar ini menjadi bagian dari tahapan pembinaan dan deradikalisasi. Harapannya, mereka semakin memahami nilai-nilai kebangsaan dan siap untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat,” ungkapnya.
Usai ikrar, acara dilanjutkan dengan peringatan Maulid yang diisi oleh kelompok santri binaan lapas dengan pidato bahasa Arab dan Inggris, pembacaan Al-Qur’an, tabligh, dan doa bersama.































































