Bengkulu – Anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar memberi dampak nyata terhadap peningkatan gizi anak dan penurunan stunting di Indonesia.
“Program ini bukan sekadar memberi makan, tapi memastikan generasi emas Indonesia tumbuh dengan gizi seimbang. Anak-anak dan ibu hamil harus mendapat perhatian serius agar terhindar dari malnutrisi dan stunting,” ujar Eko di Bengkulu, Senin (6/10/2025).
Ia menekankan bahwa pelaksanaan Program MBG merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak setiap anak untuk tumbuh sehat. Menurutnya, program ini dijalankan secara sistematis melalui pembangunan dapur higienis, pelatihan juru masak, serta pengawasan kualitas bahan pangan.
“Sinergi pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci agar MBG benar-benar membawa dampak positif bagi kualitas gizi masyarakat, termasuk di Bengkulu,” tambahnya.
Program MBG kini terus digencarkan ke berbagai daerah, termasuk Provinsi Bengkulu. Eko menyebut, sosialisasi terbaru dilakukan di Kabupaten Kepahiang pada Sabtu (4/10/2025) untuk memperkenalkan konsep dan manfaat program kepada masyarakat setempat.
Anggota DPRD Bengkulu, Edwar Samsi, menilai MBG tidak hanya berperan dalam peningkatan gizi anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.
“UMKM dan petani bisa menjadi pemasok bahan pangan untuk dapur MBG. Dengan begitu, program ini menyehatkan anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi desa,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala menambahkan, MBG merupakan langkah konkret pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Bengkulu.
“Kita ingin memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar. Melalui keterlibatan sekolah, orang tua, dan UMKM lokal, kita bisa wujudkan Bengkulu yang sehat, cerdas, dan tangguh,” katanya.
Ia berharap, sosialisasi program ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang serta mendorong partisipasi aktif dalam mendukung keberlanjutan MBG.
“Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
































































