Jakarta — Pemerintah Israel akhirnya menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Hamas, membuka peluang berakhirnya perang berdarah di Gaza dalam waktu 24 jam ke depan. Kesepakatan itu mencakup pembebasan para sandera Israel yang masih ditahan di wilayah Gaza.
Mengutip Reuters, Jumat (10/10/2025), keputusan tersebut disahkan oleh kabinet Israel pada Jumat pagi, sekitar sehari setelah mediator internasional mengumumkan perjanjian yang memuat pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina. Selain itu, Israel juga berkomitmen untuk menarik pasukannya dari Gaza secara bertahap.
“Pemerintah baru saja menyetujui kerangka kerja untuk pembebasan semua sandera — baik yang hidup maupun yang telah meninggal,” tulis Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui akun X resminya.
Amerika Serikat turut mengerahkan ratusan personel militer ke Israel untuk mendukung pelaksanaan kesepakatan damai tersebut. Perang yang berlangsung dua tahun terakhir telah memperburuk isolasi diplomatik Israel dan memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah, melibatkan Iran, Yaman, dan Lebanon.
Hubungan antara Washington dan Tel Aviv pun sempat tegang, dengan Presiden Donald Trump menekan Netanyahu agar segera menyetujui gencatan senjata demi mengakhiri penderitaan warga sipil.
Kabar perjanjian damai disambut haru oleh warga di Israel maupun Palestina. Konflik yang berlangsung selama dua tahun itu telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina dan menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Pemimpin Hamas di pengasingan, Khalil Al-Hayya, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima jaminan dari Amerika Serikat dan mediator lain bahwa perang benar-benar akan dihentikan.
Seorang juru bicara pemerintah Israel menyebut gencatan senjata akan mulai berlaku 24 jam setelah kesepakatan disetujui. Dalam waktu 72 jam berikutnya, para sandera yang masih hidup di Gaza akan dibebaskan.
Diketahui, sekitar 20 sandera Israel diyakini masih hidup, sementara 26 lainnya tewas, dan nasib dua orang belum diketahui. Hamas juga memberi sinyal bahwa proses evakuasi jenazah mungkin akan memerlukan waktu lebih lama dibanding pembebasan sandera yang selamat.
Setelah kesepakatan resmi berlaku, truk-truk bantuan berisi makanan dan obat-obatan akan segera masuk ke wilayah Gaza, membantu ratusan ribu pengungsi yang kini hidup di tenda-tenda setelah rumah mereka hancur akibat serangan militer.
































































