Jakarta — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa negaranya akan ambil bagian dalam satuan tugas internasional untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
“Kami berharap dapat berpartisipasi dalam satuan tugas yang akan memantau implementasi kesepakatan di lapangan,” ujar Erdogan, dikutip dari AFP, Kamis (9/10/2025).
Erdogan menegaskan, penghentian kekerasan di Gaza harus diikuti langkah nyata seperti pengiriman bantuan kemanusiaan secara menyeluruh serta pertukaran sandera dan tahanan.
“Penting bagi dunia untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, memastikan pertukaran sandera dan tahanan berjalan lancar, serta menuntut Israel segera menghentikan serangannya,” tegasnya.
Sebagai salah satu negara yang aktif dalam proses negosiasi, Turki telah mengirimkan tim diplomatik ke Sharm El-Sheikh, Mesir, guna berpartisipasi dalam perundingan yang melahirkan kesepakatan tersebut.
Erdogan menegaskan bahwa Ankara akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendukung upaya rekonstruksi Gaza dan membangun kembali kehidupan warga sipil yang terdampak perang.
“Tujuan kami jelas — menghentikan genosida di Gaza dan menghadirkan perdamaian yang adil serta abadi di kawasan ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya fase pertama perjanjian Gaza antara Israel dan Hamas.
“Saya bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama rencana perdamaian kami,” kata Trump dalam pernyataannya.
Menurutnya, perjanjian itu mencakup pembebasan seluruh tahanan serta penarikan pasukan Israel ke garis yang telah disepakati, sebagai langkah awal menuju perdamaian yang “kuat, langgeng, dan berkelanjutan”.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut kesepakatan ini sebagai “hari bersejarah” bagi dunia Arab, Israel, dan komunitas internasional.
“Kami berterima kasih kepada para mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki yang telah bekerja sama dengan kami untuk mencapai momen luar biasa ini,” tulisnya.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi dimulainya fase baru perdamaian di kawasan Timur Tengah yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan.
Kesepakatan yang dicapai dalam perundingan di Mesir tersebut meliputi:
– Penghentian total pertempuran di Jalur Gaza,
– Penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut,
– Masuknya bantuan kemanusiaan secara luas, serta
– Pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel.
































































