Jakarta – Pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter dan moralitas bangsa. Lembaga pendidikan Islam tersebut tidak hanya menjaga tradisi keilmuan, tetapi juga menjadi pilar utama peradaban di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
“Pesantren bukan sekadar penjaga warisan ilmu, tetapi juga motor penggerak moralitas kebangsaan dan peradaban, terutama di tengah kompleksitas sosial-ekonomi dan tantangan era digital,” ujar Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Pernyataan itu disampaikan Asep saat membuka Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama yang mengusung tema Pesantren, Ekoteologi, dan Kemandirian Ekonomi Umat. Kegiatan tersebut digelar di Kampus UIN Jakarta sebagai rangkaian halaqah yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah kampus Islam negeri lainnya.
Asep menyatakan UIN Jakarta siap mendukung langkah Kementerian Agama dalam memperkuat kelembagaan Direktorat Jenderal Pesantren agar semakin relevan dan adaptif terhadap kebutuhan umat.
Direktur Pesantren pada Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Basnang Said, turut menegaskan pentingnya peran pesantren dalam menanamkan nilai martabat dan moralitas. Ia mengingatkan bahwa pengakuan negara terhadap ijazah pesantren—yang mulai menguat sejak era menjelang lengsernya Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)—telah membuka ruang baru yang lebih setara bagi para santri.
“Sejak ijazah pondok mendapat legalitas negara, banyak perubahan terjadi. Ini modal besar bagi pesantren untuk terus berkembang,” ujar Basnang.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, menyoroti permasalahan fasilitas yang masih dihadapi banyak pesantren. Ia menilai keberadaan Direktorat Jenderal Pesantren akan membuka jalan bagi akses bantuan yang lebih terstruktur dan terencana.
“Mungkin di UIN ini akan segera dibentuk manajemen pondok pesantren. Ini kebutuhan mendesak,” kata Ismail.
Ia berharap halaqah tersebut dapat memperkuat kemandirian pesantren sehingga perannya dalam membangun umat semakin kokoh.
“Dengan hadirnya Dirjen Pesantren, kita berharap kemandirian pesantren semakin terjamin. Kebijakan yang dihasilkan pun akan lebih terarah dan memberi manfaat luas,” ujarnya.

































































