SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkontribusi pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, serta peternak lokal dalam rantai pasok pangan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan ekosistem MBG telah menciptakan permintaan yang stabil terhadap berbagai komoditas pangan lokal. Kondisi tersebut dinilai memberikan manfaat ekonomi secara langsung sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok di tingkat daerah.
“Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut memberikan manfaat ekonomi yang nyata sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok di tingkat daerah,” kata Adhy dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan MBG turut membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Pelibatan UMKM, petani, serta peternak dalam penyediaan bahan baku dinilai menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang mampu meningkatkan perputaran ekonomi di berbagai daerah.
“Program ini melahirkan kesempatan pekerjaan yang luar biasa, sehingga pada akhirnya pendapatan masyarakat juga meningkat,” ujarnya.
Untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
Satgas tersebut bertugas melakukan pemantauan harian terhadap berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari kualitas makanan bergizi, keamanan pangan, hingga kelancaran distribusi bahan baku ke dapur penyedia MBG.
“Satgas tersebut bertugas memantau pelaksanaan program setiap hari, mulai dari kualitas makanan bergizi, keamanan pangan, hingga distribusi bahan baku,” jelas Adhy.
Pemprov Jatim juga mencatat dampak ekonomi dari pengembangan ekosistem MBG mulai tercermin pada indikator makro daerah. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen, yang salah satunya ditopang oleh meningkatnya aktivitas ekonomi pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok program tersebut.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur triwulan I sudah mencapai 5,96 persen. Salah satunya karena kontribusi ekonomi yang meningkat dari UMKM akibat ekosistem rantai pasok Program MBG,” kata Adhy.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap keterlibatan pelaku usaha lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis terus diperluas sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para penerima program, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
































































