JAKARTA – Kapten Timnas Inggris Harry Kane menyampaikan curahan hati usai kegagalan The Three Lions melangkah ke final Piala Dunia 2026. Melalui media sosial, penyerang berusia 33 tahun itu mengaku sulit menerima kenyataan setelah Inggris harus mengakhiri perjalanan mereka di babak semifinal.
Unggahan Kane di akun X pribadinya langsung mendapat perhatian luas dari para pendukung sepak bola. Banyak warganet menyampaikan simpati sekaligus memberikan dukungan kepada sang kapten dan seluruh skuad Inggris.
Inggris tersingkir setelah kalah dramatis 1-2 dari Argentina pada laga semifinal. Padahal, The Three Lions sempat memimpin lebih dahulu sebelum Albiceleste membalikkan keadaan pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam pesannya, Kane menggambarkan rasa kecewa yang mendalam karena Inggris kembali gagal selangkah lagi menuju partai puncak.
“Tak ada kata-kata yang cukup untuk mengatasi rasa hampa di perut saat ini. Kami sudah dekat, sangat dekat, dengan final lainnya, tetapi itu belum cukup,” tulis Kane.
Ia menegaskan seluruh pemain telah mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang turnamen demi mewujudkan mimpi membawa Inggris ke final.
“Kami telah memberikan segalanya selama tujuh pekan terakhir dan kegagalan ini sulit diterima,” lanjutnya.
Kane menyadari ekspektasi publik terhadap Timnas Inggris selalu tinggi. Dalam beberapa turnamen besar terakhir, The Three Lions berulang kali mampu melangkah jauh, tetapi belum berhasil mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali menjadi juara dunia.
Menurut Kane, timnya telah berkali-kali berada di ambang keberhasilan, namun selalu gagal menyelesaikan langkah terakhir.
“Saya tahu ekspektasinya tinggi dan memang seharusnya demikian. Kami sudah mengetuk pintu selama delapan tahun, tetapi sekali lagi kehilangan kepingan terakhir dari teka-teki tersebut,” ungkapnya.
Ungkapan tersebut menggambarkan perjalanan Inggris yang dalam hampir satu dekade terakhir konsisten bersaing di level tertinggi, tetapi belum mampu mengonversinya menjadi
Meski diliputi kekecewaan, Kane memastikan kekalahan dari Argentina tidak akan mematahkan semangat tim. Ia menegaskan Inggris akan menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
“Seperti biasa, menang atau kalah, kami belajar dan kembali berjuang,” tulisnya.
Pernyataan itu mendapat banyak respons positif dari para pendukung. Sejumlah warganet memuji kepemimpinan Kane yang tetap memberikan pesan optimistis di tengah kekecewaan, sementara yang lain menyampaikan apresiasi atas perjuangan Inggris sepanjang turnamen.
Meski gagal mencapai final, perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya berakhir. Tim asuhan Thomas Tuchel masih memiliki satu pertandingan tersisa, yakni laga perebutan tempat ketiga menghadapi Prancis.
Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan bagi The Three Lions menutup turnamen dengan hasil positif sekaligus membawa pulang medali perunggu. Bagi Kane, laga itu juga menjadi momentum untuk membuktikan bahwa Inggris tetap mampu bangkit setelah kembali merasakan pahitnya kegagalan di semifinal Piala Dunia.
































































