EAST RUTHERFORD – Kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, mengakui keunggulan Spanyol setelah timnya kalah 0-1 pada partai final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium), East Rutherford, Senin (20/7) dini hari WIB. Kekalahan tersebut mengakhiri harapan Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi 2022.
Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu memastikan La Furia Roja meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka sekaligus menghentikan langkah Argentina mempertahankan mahkota sepak bola dunia.
Seusai pertandingan, suasana haru menyelimuti kubu Albiceleste. Messi tampak menahan kesedihan ketika menghampiri para pendukung Argentina, sementara para pemain Spanyol merayakan keberhasilan mereka mengangkat trofi juara.
Meski kecewa, pemain berusia 39 tahun itu menerima hasil pertandingan dengan lapang dada dan mengakui bahwa Spanyol tampil lebih baik sepanjang laga.
“Saya merasa sedih, tetapi saya sadar kami sudah memberikan segalanya di lapangan,” ujar Messi seperti dikutip dari ESPN.
Peraih delapan trofi Ballon d’Or tersebut menilai Spanyol memang pantas keluar sebagai juara karena mampu mengendalikan permainan sejak awal hingga akhir.
“Mereka memang lebih baik, sejujurnya. Kami kalah dan kami menerima hasil itu. Namun, itu tidak berarti kami melupakan semua yang sudah kami lakukan sejauh ini. Saya ingin berterima kasih kepada rakyat Argentina, rekan-rekan setim, dan seluruh negara,” katanya.
Secara statistik, Spanyol memang tampil lebih dominan. Tim asuhan Luis de la Fuente melepaskan 20 tembakan sepanjang pertandingan, sedangkan Argentina hanya mampu mencatatkan satu percobaan, yang baru terjadi menjelang berakhirnya babak tambahan waktu.
Penguasaan bola juga menjadi milik Spanyol yang mengendalikan ritme permainan melalui 845 operan, hampir dua kali lipat dibandingkan 433 operan yang dibukukan Argentina.
Messi sendiri kesulitan memberikan pengaruh besar terhadap permainan timnya. Pada babak pertama ia hanya mencatatkan 15 sentuhan bola, sebelum menutup pertandingan dengan total 54 sentuhan sepanjang 120 menit.
Pertahanan disiplin Spanyol berhasil memutus kreativitas sang kapten, yang sebelumnya selalu berkontribusi melalui gol atau assist di setiap pertandingan fase gugur Piala Dunia 2026.
Final di East Rutherford juga diperkirakan menjadi penampilan terakhir Messi di panggung Piala Dunia. Pada usia 39 tahun, ia mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang tampil sebagai starter dalam tiga final Piala Dunia.
Meski gagal mengangkat trofi untuk kedua kalinya, performa Messi sepanjang turnamen tetap impresif. Ia mengakhiri kompetisi dengan torehan delapan gol dan empat assist, sekaligus menjadi salah satu pemain paling produktif di Piala Dunia 2026.
Setelah peluit panjang dibunyikan, sejumlah pemain Spanyol menghampiri Messi untuk memberikan pelukan dan ucapan selamat sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu legenda terbesar sepak bola dunia.
Momen penuh respek kembali terlihat ketika para pemain Spanyol membentuk guard of honour bagi Argentina sebagai tim runner-up. Messi kemudian berjalan menuju podium untuk menerima medali dengan raut wajah datar sebelum meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk.
Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, perjalanan Messi di Piala Dunia 2026 tetap meninggalkan jejak bersejarah. Selain menjadi pemain pertama yang tampil sebagai starter dalam tiga final Piala Dunia, ia juga kembali menunjukkan konsistensinya di level tertinggi, sekaligus menutup turnamen dengan catatan individu yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
































































