Banjarmasin – Upaya mencegah penyebaran intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme di Kalimantan Selatan diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan menerima audiensi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan untuk memperkuat koordinasi program pencegahan terorisme di daerah.
Audiensi berlangsung di Kantor Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (30/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan dukungan dan program antara FKPT Kalimantan Selatan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kesbangpol.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, kasubbid, serta jajaran staf menerima rombongan FKPT Kalimantan Selatan. Pertemuan dimulai sekitar pukul 09.45 WITA.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan agenda kelembagaan, tetapi juga diarahkan pada penguatan langkah pencegahan di tengah masyarakat. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kewaspadaan dini, pencegahan terorisme, serta penguatan ketahanan masyarakat menghadapi potensi intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme.
Kolaborasi pemerintah daerah dengan FKPT dinilai penting karena upaya pencegahan membutuhkan pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Edukasi, literasi, penguatan koordinasi lintas sektor, dan pelibatan kelompok masyarakat menjadi bagian dari langkah yang dapat dilakukan untuk membangun daya tangkal sejak dini.
Generasi muda juga menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian. Penguatan literasi dan pemahaman mengenai keberagaman diharapkan dapat membantu generasi muda menyikapi informasi serta berbagai narasi yang berkembang secara lebih kritis, terutama di ruang digital.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah dan FKPT Kalimantan Selatan diharapkan dapat memperkuat pola komunikasi sekaligus memastikan berbagai program pencegahan terorisme berjalan secara terpadu. Koordinasi yang konsisten juga diperlukan agar potensi persoalan di masyarakat dapat dikenali dan ditangani melalui pendekatan pencegahan.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam membangun kewaspadaan masyarakat serta menjaga kondusivitas dan persatuan di Kalimantan Selatan,” demikian semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Audiensi berlangsung dalam suasana akrab dan komunikatif. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menjaga Kalimantan Selatan tetap aman, damai, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai potensi ancaman secara bersama-sama.































































