Jakarta – Banyuwangi yang dulu di kenal dengan santet, kini telah berubah menjadi daerah tujuan wisata utama di Indonesia. Bayangkan di tahun 2020 ini, Banyuwangi akan menggelar 123 event wisata yang dikemas dalam Majestic Banyuwangi 2020.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan jumlah itu memecahkan rekor event tahun sebelumnya yaitu 99 event wisata.
“Festival bagi Banyuwangi adalah instrumen untuk menggerakkan banyak orang, dulu 12 (2012), tahun lalu 99, sekarang 123 event wisata,” ungkap Anas pada peluncuran Calender of Event (CoE) bertema Majestic Banyuwangi Festival di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Rabu (8/1/2020)
Menurut Anas, festival atau event wisata tak hanya jadi ajang untuk menarik wisatawan. Yang tak kalah penting adalah bagaimana event wisata bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat Banyuwangi.
“Dampak pengembangan pariwisata, pendapatan rakyat meningkat. Banyuwangi 48 juta per orang per tahun sekarang,” ujar Anas.
Menparekraf Wishnutama memuji capaian Banyuwangi dalam sektor pariwisata. Tak hanya berhasil menghadirkan event pariwisata yang banyak dan berkualitas, Banyuwangi juga jadi contoh keberhasilan pariwisata dalam memajukam masyarakat setempat.
“Inilah yang namanya pemerintah daerah yang punya positif impact. Sehingga semua juga bergerak ke arah yang positif,” puji Wishnutama.
Terkait event wisata, Wishnutama berharap agar Banyuwangi terus menghadirkan event berkualitas. Walau tidak masuk destinasi prioritas, tapi Wishnutama akan tetap membantu pariwisata di Banyuwangi semaksimal mungkin.
“Saya berharap event-event di Banyuwangi makin bagus, dikemas makin sempurna. Kalau bisa sekalian kita bikin yang spektakuler,” kata Wishnutama.
Total, Banyuwangi memiliki 123 event wisata tahun 2020 ini antara lain Chocolate Food Festival, Muncar Food Festival, Bamboo Food Festival, Alaspurwo Food Festival, Cacalan Beach Food Festival, Marina Food Festival, Osing Food Festival, hingga Millennials Food Festival. Sejumlah atraksi yang selama ini sukses menarik wisatawan juga kembali dihadirkan, seperti Jazz Pantai, Jazz Ijen, dan Festival Gandrung Sewu.
































































