• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Menghalau Intoleransi dari Dunia Pendidikan

Menghalau Intoleransi dari Dunia Pendidikan

January 16, 2020
Emrus Sihombing: Tidak Ada Pelanggaran HAM Dalam Tes Wawasan Kebangsaan

Pakar Usul Perlu Terobosan Baru MBG, Dorong Pilot Project di Kantong Kemiskinan

September 11, 2026
MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

September 11, 2026
Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

September 11, 2026
Polisi, FKUB, dan Kampus Bersatu Jaga Maluku dari Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi di Ruang Digital

Polisi, FKUB, dan Kampus Bersatu Jaga Maluku dari Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi di Ruang Digital

September 11, 2026
Pelajar di Sidoarjo Diajak Berperan Aktif dan Berani Bersuara dalam Mencegah Bullying dan Radikalisme

Pelajar di Sidoarjo Diajak Berperan Aktif dan Berani Bersuara dalam Mencegah Bullying dan Radikalisme

September 11, 2026
Forum LIntas Agama Bekasi Tegaskan Komitmen Toleransi Tak Sekadar Jargon

Forum LIntas Agama Bekasi Tegaskan Komitmen Toleransi Tak Sekadar Jargon

September 9, 2026
Perkuat Benteng Masyarakat di Era Medsos, Pemkot Pontianak Perkuat Literasi Digital dan Moderasi Beragama

Perkuat Benteng Masyarakat di Era Medsos, Pemkot Pontianak Perkuat Literasi Digital dan Moderasi Beragama

September 9, 2026
Literasi Digital Terhadap Generasi Muda Langkah Penting Cegah Penyebaran Radikalisme

Literasi Digital Terhadap Generasi Muda Langkah Penting Cegah Penyebaran Radikalisme

September 9, 2026
Guru BK Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

Guru BK Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

September 9, 2026
Maulid Ikawangi Bogor Jadi Ruang Merawat Persaudaraan dan Tradisi Banyuwangi Endog-Endogan

Maulid Ikawangi Bogor Jadi Ruang Merawat Persaudaraan dan Tradisi Banyuwangi Endog-Endogan

September 5, 2026
Cegah Intoleransi Sejak Bangku Madrasah, Siswa MTsN 2 Medan Didorong Perkuat Nalar Kritis

Cegah Intoleransi Sejak Bangku Madrasah, Siswa MTsN 2 Medan Didorong Perkuat Nalar Kritis

September 5, 2026
Kapolda Jambi Dorong BAMAG LKK Perkuat Komunikasi Lintas Gereja untuk Jaga Kamtibmas

Kapolda Jambi Dorong BAMAG LKK Perkuat Komunikasi Lintas Gereja untuk Jaga Kamtibmas

September 5, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Emrus Sihombing: Tidak Ada Pelanggaran HAM Dalam Tes Wawasan Kebangsaan

    Pakar Usul Perlu Terobosan Baru MBG, Dorong Pilot Project di Kantong Kemiskinan

    MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

    MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

    Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

    Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

    Polisi, FKUB, dan Kampus Bersatu Jaga Maluku dari Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi di Ruang Digital

    Polisi, FKUB, dan Kampus Bersatu Jaga Maluku dari Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi di Ruang Digital

    Pelajar di Sidoarjo Diajak Berperan Aktif dan Berani Bersuara dalam Mencegah Bullying dan Radikalisme

    Pelajar di Sidoarjo Diajak Berperan Aktif dan Berani Bersuara dalam Mencegah Bullying dan Radikalisme

    Forum LIntas Agama Bekasi Tegaskan Komitmen Toleransi Tak Sekadar Jargon

    Forum LIntas Agama Bekasi Tegaskan Komitmen Toleransi Tak Sekadar Jargon

    Perkuat Benteng Masyarakat di Era Medsos, Pemkot Pontianak Perkuat Literasi Digital dan Moderasi Beragama

    Perkuat Benteng Masyarakat di Era Medsos, Pemkot Pontianak Perkuat Literasi Digital dan Moderasi Beragama

    Literasi Digital Terhadap Generasi Muda Langkah Penting Cegah Penyebaran Radikalisme

    Literasi Digital Terhadap Generasi Muda Langkah Penting Cegah Penyebaran Radikalisme

    Guru BK Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

    Guru BK Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Bezzecchi Rebut Pole MotoGP Aragon 2026, Marc-Alex Marquez di Baris Terdepan

      Bezzecchi Rebut Pole MotoGP Aragon 2026, Marc-Alex Marquez di Baris Terdepan

      Disiapkan Jadi Pengganti Mo Salah, Liverpool Tebus Barcola dari PSG Rp 2,9 Triliun

      Disiapkan Jadi Pengganti Mo Salah, Liverpool Tebus Barcola dari PSG Rp 2,9 Triliun

      Rodri Resmi Gabung Barcelona, Dikontrak hingga 2030

      Rodri Resmi Gabung Barcelona, Dikontrak hingga 2030

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Cincin di Jari Ronaldo Bikin Heboh, CR7 dan Georgina Disebut Menikah Privat

      Cincin di Jari Ronaldo Bikin Heboh, CR7 dan Georgina Disebut Menikah Privat

      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home Opini

        Menghalau Intoleransi dari Dunia Pendidikan

        by admin
        January 16, 2020
        in Opini
        0
        Menghalau Intoleransi dari Dunia Pendidikan
        606
        SHARES
        1.7k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Oleh Nursaulina

        Praktek intoleransi semakin meningkat di lingkungan sekolah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dunia pendidikan kita acap kali terinfeksi oleh intoleransi agama. Survei Kemenristekdikti menyebutkan 23,4 persen siswa SMA siap berjihad menegakkan khilafah islamiyah. BIN dalam survei 2017, menyebut sebanyak 39 persen dari 15 provinsi terpapar radikalisme. Semua penelitian menunjukkan, bahwa sejak 2016 intoleransi agama di sekolah semakin meningkat.

        Adalah suatu fakta, bahwa  radikalisme di dunia modern itu bersifat acak, global, dan sulit dideteksi aktor, lokus, sebab-sebabnya, dan cara kerjanya. Bukan rahasia umum lagi, virus radikalisme sudah masuk –bahkan menjadi tempat persemaian di beberapa institusi pendidikan kita. Takfirisme dan intoleransi sebagai benih radikalisme bersemayam dan merasuki sebagian para perserta didik.

        Calon generasi bangsa yang selama ini dianggap sebagai manusia-manusia yang berpendidikan, yang lebih kebal terhadap paham-paham ekstremisne dan radikalisme ternyata dalam beberapa kasus terakhir menunjukkan banyak yang ikut serta dan berafiliasi dengan ideologi radikal. Tentu ini sebuah ironi.

        Untuk itu, kerja-kerja kolektif harus menjadi fokus dan perhatian bersama. Intelektual millennial harus menghalau dan mengusir virus-virus yang bisa membawa manusia terjerumus ke dalam pintu-pintu ideologi takfirisme.

        Narasi Intoleransi

        Menurut Direktur Peace Generation, Irfan Amali, setidaknya ada  empat narasi intoleransi yang sering terjadi di Indonesia. Pertama, narasi politik. Narasi politik sering dilakukan dengan cara meperlihatkan ketidakadilan, kezaliman, dan keserakahan pemerintah. Para siswa didokrin untuk siap berjihad melawan.

        Kedua, narasi sejarah. Sejarah masa lalu sering dijadikan untuk batu loncatan balas dendam, Bahwa pemerintah sekarang mempunyai dosa sejarah yang tidak termaafkan.

        Ketiga, narasi psikologi. Adanya kecenderungan bahwa para tokoh pemberontak dianggap suci dan penuh dengan pahala. Permainan instrumental naration, yang menganggap kekerasan sebagai solusi masalah, diinjeksikan ke dalam jiwa dan mental para siswa.

        Keempat, narasi agama. Doktrin agama dibajak untuk kepentingan sektarian untuk tujuan membangun kekuatan kelompok. Doktrin khilafah adalah salah satunya, para siswa diajarkan, bahwa khilafah adalah obat mujarrab yang bisa menyelesaikan segala persoalan.

        Kegiatan Ekstra

        Keempat narasi ini biasanya dihembuskan oleh kalangan ekstra. Bukan rahasia umum lagi, Rohis, LDK, Pengajian, dan segala macam kegiataan ekstra kulikuler menjadi jalan masuk virus intoleransi. Penelitian terakhir menunjukkan, bahwa benih-benih radikalisme dan segala turunannya muncul dari kegiatan-kegiatan ekstra.

        Sikap intoleran, tidak menghargai keragaman, tidak mau dipinpim ketua osis non-muslim, merasa paling benar dan suci, menganggap pihak lain salah (takfiri), sebagian besar dikonsumsi para peserta didik itu dari kegiatan-kegiatan di luar sekolah.

        Selama ini, pihak sekolah dalam beberapa hal lebih concern mengurus bagian dalam, mulai kelas mengajar, proteksi pengajar yang dicurigai berpaham radikal, membuat kurikulum yang lebih inklusif, sampai kepada acara-cara seminar, workshop, dan sejenisnya.

        Sementara kegiatan-kegiatan ekstra dalam beberapa kasus, justru terabaikan. Banyak siswa di ruang kelas bersikap dan bertindak seperti biasanya, tetapi karena pengaruh komunitas, organisasi dan pengajian yang berafiliasi dengan ideologi radikal yang dia ikuti di luar sekolah menjadikan dia bertindak di luar batas.

        Kegiatan ekstra  tentu bukan satu-satunya jalan yang membuat seorang siswa menjadi radikal atau ekstrem. Intoleransi adalah penyakit dan permasalahan kompleks yang sampai sekarang di setiap negara belum mendapat solusi yang manjur. Upaya yang dilakukan hanya sebatas meminimalisir, sementara menyelesaikan sepenuhnya butuh cara dan kerja keras dari semua pihak.

        Sekalipun kegiatan ekstra kampus bukan satunya-satunya, akan tetapi sebagai pihak yang ikut menyumbang terjadinya radikalisme dan ekstremisne, ini perlu mendapat perhatian dari pihak sekolah, pemerintah juga masyarakat, baik dalam bentuk regulasi, sanksi, maupun controlling dari warga.

        Budaya Kritis

        Menyelamatkan dunia pendidikan kita dari penjarahan oknum-oknum yang berpaham radikal tidak ada cara lain selain membudayakan nalar kritis. Kritis terhadap apapun, tak terkecuali paham keagamaan. Budaya kritis bisa menggunakan kerangka Kemanusiaan, Keindonesiaan, dan Kebhinekaan sebagai tolak ukur. Jika ada yang berseberangan dengan ketiga nilai ini, maka harus ditolak.

        Kemanusiaan adalah realitas filosofis yang menuntut manusia untuk saling menghormati dan menghargai sesama layaknya manusia. Keindonesiaan adalah realitas historis, rumah kita bersama yang wajib kita jaga dan kita lindungi. Kebhinekaan adalah realitas sosial, di mana manusia-manusia di dalamnya secara aktual memang berbeda-beda, yang wajib kita rawat.

        Baca Artikel Asli: Menghalau Intoleransi dari Dunia Pendidikan

        Menjadikan ketiga nilai ini sebagai tolak ukur dalam nalar kritis akan bisa menghalau virus-virus radikalisme berupa intoleransi, takfirisme, dan sikap mau benar sendiri. Apa pun yang bertolak belakang dari ketiga nilai itu harus ditolak dan dilawan.

        Intelektual sebagai manusia terdidik dan mempunyai daya kritis harus  kebal dari bahaya kedua penyakit ini. Maka yang paling mendesak dilakukan sebenarnya adalah menumbuhkan daya kritisisme siswa.

        Selain membudayakan daya kritisisme kaum intelektual millennial, membumikan nilai-nilai juga perlu mendapat perhatian yang serius. Upaya ini tentu sudah dilakukan oleh Pemerintah dengan mensosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tuggal Ika. Dalam beberapa kegiatan acara ini mendapat respons yang serius dan antusias dari siswa sebagai calon intelektual. Ini terlihat dari banyaknya siswa yang berbondong-bondong mengikuti acara ini.

        Sekalipun demikian, ajaran yang didapat siswa di kegiatan ekstra dan luar kampus justru lebih efektif dan lebih berpengaruh terhadap pola pikir, bertindak dan bersikap dari siswa. Ini terjadi, selain waktu yang mereka dapat di sekolah lebih sedikit ketimbang di kegiatan ekstra, juga materi yang didapat di luar/ekstra lebih banyak ketimbang di dalam ruangan kelas.

        Tentu apapun itu, radikalisme dan ekstremisne tentu merupakan musuh bersama, bukan hanya pihak sekolah, apalagi hanya dibebankan kepada pejabat kampus dan dosen. Kedua penyakit ini adalah musuh dunia. Dibutuhkan kerja kolektif dan gandengan tangan untuk menghalau  dan mengusir paham yang membawa kepada ekstremisne dan radikalisme yang mewujud dalam sikap intoleran dan takfirisme.

        Tags: intoleransipendidikan
        Share242Tweet152Share61
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Emrus Sihombing: Tidak Ada Pelanggaran HAM Dalam Tes Wawasan Kebangsaan

        Pakar Usul Perlu Terobosan Baru MBG, Dorong Pilot Project di Kantong Kemiskinan

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Emrus Sihombing: Tidak Ada Pelanggaran HAM Dalam Tes Wawasan Kebangsaan

        Pakar Usul Perlu Terobosan Baru MBG, Dorong Pilot Project di Kantong Kemiskinan

        September 11, 2026
        MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

        MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

        September 11, 2026
        Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

        Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

        September 11, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019