Riyadh – Umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci, Mekkah, atau berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah, harus bersiap untuk membatalkan rencananya. Pasalnya, Arab Saudi menangguhkan sementara kedatangan jamaah umrah ataupun wisatawan dari negara-negara yang terinfeksi virus corona.
Berikut negara yang dicegah memasuki Arab Saudi untuk sementara waktu: China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi melalui akun twitter-nya menyatakan bahwa ini merupakan upaya untuk mencegah masuk dan menyebarnya wabah virus Covid-19 di negara kerajaan tersebut.
“Kedatangan ke Kerajaan (Arab Saudi) untuk tujuan umrah dan/atau mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah sementara ditangguhkan,” tulis Kemenlu Arab Saudi melalui akun Twitter resmi berbahasa inggrisnya, @KSAmofaEN, dikutip Kamis (27/2).
Namun penangguhan tersebut hanya diberlakukan terhadap negara yang penyebaran virus corona berada pada level berbahaya, berdasarkan kriteria yang ditentukan otoritas kesehatan Kerajaan.
Adanya peningkatan tajam jumlah kasus yang dilaporkan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memicu Arab Saudi mengambil langkah pencegahan ini. Sebagian besar kasus tersebut berasal dari Iran yang saat ini memiliki angka kematian tertinggi di luar Tiongkok, yakni mencapai 19 orang.
Negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Kuwait, Bahrain, Oman, Libanon, Irak, dan Uni Emirat Arab melaporkan kasus positif infeksi corona di negerinya yang berasal dari warga yang melakukan perjalanan ke Iran baru-baru ini.
Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq al-Rabiah mengatakan pada Rabu (26/2), bahwa sejauh ini tidak ada kasus virus corona yang terdeteksi di negaranya. Dia pun menegaskan bahwa langkah penangguhan kedatangan jamaah umrah hanya bersifat sementara.
“Kerajaan menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara terus menerus oleh pihak berwenang,” ujar al-Rabiah seperti dikutip Al-Arabiya, Kamis (27/2).
Hingga Rabu (26/2), jumlah korban meninggal virus corona di seluruh dunia hingga dilaporkan telah mencapai lebih dari 2.700 orang, dengan 80.200 orang positif terinfeksi virus yang pertama kali dideteksi di Wuhan, Tiongkok, ini.
Bahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyatakan ada kemungkinan wabah ini berkembang menjadi pandemi global. “Ini bukan pertanyaan apakah ini akan terjadi (pandemi), tetapi lebih pada pertanyaan kapan akan terjadi,” kata kata wakil direktur utama CDC, Anne Schuchat.(FER)
































































