New York – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengajak para pemuka agama untuk menyatukan kekuatan dalam melawan pandemi penyakit virus corona (covid-19). Guterres menekankan bahwa inilah saatnya untuk mengupayakan perdamaian dan memperbarui “rasa saling percaya antar sesama.”
“Adalah tanggungjawab kita dalam mempromosikan solidaritas sebagai dasar dari respon menangani corona, dan saya sampaikan pentingnya peran pemuka agama di masyarakat,” kata Guterres dalam rapat virtual bersama pemuka agama dunia, seperti dikutip Saudi Gazette, Kamis, (14/5).
Rapat tersebut diikuti oleh pemuka agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Guterres menyampaikan bahwa pemuka agama juga berperan penting dalam krisis kesehatan yang pernah ditimbulkan HIV/AIDS dan Ebola.
Apa yang disampaikan mereka dipercaya oleh masyarakat untuk dilakukan. Sehingga jika pemuka agama bicara soal pencegahan penyakit, diharapkan pengikutnya menuruti petunjuk. “Pengaruh mereka mendatangkan tanggungjawab bagi komunitasnya. Sisihkan perbedaan, jadikan nilai bersama untuk bertindak,” ujar Guterres.
Guterres mengimbau pemuka agama terus menggiatkan pesan anti hoaks, rasisme dan intoleransi. Kemudian, mereka dapat mengambil peran dalam mendukung pemerintahnya mengatasi corona. Misalnya menggerakkan pembatasan sosial, menjaga kebersihan dan menerapkan praktek agama sesuai kondisi saat ini.
“Praktekkan pesan-pesan itu dalam kegiatan keagamaan seperti saat ibadah,” sebut Guterres.(FER)

































































