Jakarta – Pemerintah Iran melalui kedutaan besarnya di Jakarta membantah keras soal tuduhan Arab Saudi yang mengatakan bahwa Teheran mendukung terorisme di wilayah Timur Tengah.
“Sangat disayangkan bahwa Arab Saudi, yang mempromosikan terorisme dan ekstremisme di wilayah Timur Tengah, telah mengeluarkan pernyataan yang menuduh Republik Islam Iran sebagai pendukung terorisme di kawasan,” kata pihak Kedubes Iran dalam pernyataan tertulisnya, di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (14/7).
Kedubes Iran menyatakan, dunia menyaksikan bahwa salah satu negara yang menentang Negara Islam (ISIS) di Irak dan Suriah adalah Iran yang memotong tangan jahat ISIS.
Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi dalam laporannya yang juga disampaikan secara luas melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menyebutkan bahwa terdapat bukti-bukti berupa puing-puing drone dan rudal jelajah yang menunjukkan keterlibatan Iran dalam tindakan agresi melalui dukungan Iran kepada kelompok militan Houthi.
Serangan itu, menurut pemerintah Arab Saudi, telah mengakibatkan 113 orang warganya tewas.
Sehubungan dengan tuduhan itu, pemerintah Iran menekankan bahwa Arab Saudi harus mempertimbangkan kembali sikap serta kebijakannya daripada menuduh negara lain seperti Iran.
“Dukungan Arab Saudi terhadap seruan Amerika Serikat untuk perpanjang embargo senjata dan fitnah-fitnah yang dilancarkan oleh Israel, serta sebagai negara yang memiliki anggaran militer terbesar ketiga di dunia, yang membeli dan menggunakan puluhan miliar dolar senjata untuk digunakan terhadap rakyat Yaman, adalah ironi pahit yang sedang kita saksikan,” demikian pernyataan Kedubes Iran.
Selain itu, pemerintah Arab Saudi melalui kedutaan besarnya juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menekan pemerintah Iran agar “mengubah perilaku dan mengikuti sistem (internasional) yang normal, serta berhenti mengeluarkan kebijakan luar negeri yang agresif terhadap negara di kawasan dan dunia”.
Menanggapi seruan Saudi itu, pemerintah Iran menolak tuduhan tersebut dan bahkan mengatakan bahwa Arab Saudi lah yang telah melanggar hukum internasional dan hak-hak sipil.
“Arab Saudi menuduh Republik Islam Iran melanggar resolusi internasional, pada saat ia telah melanggar hukum internasional dan hak-hak sipil berdasarkan pada banyak laporan yang terdokumentasi, dan harus bertanggung jawab atas pelanggaran kewajiban internasional ini,” kata pihak Kedubes Iran dalam pernyataannya.
“Republik Islam Iran tidak pernah percaya pada solusi militer untuk krisis regional, dan Iran selalu menyerukan diakhirinya konflik melalui dialog dan merujuk kepada mekanisme hukum dan cara-cara yang damai,” demikian pernyataan dari Kedubes Iran.(FER)
































































