Yogyakarta – Wakil Gubernur DI Yogyakarta (DIY), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X menilai pendidikan karakter dan nilai budaya tumbuhkan budaya toleransi di Yogyakarta.
Dalam keterangan, KGPAA Paku Alam X menyampaikan menyatunya pendidikan dengan budaya, pada akhirnya telah membentuk karakter masyarakat Yogyakarta yang ramah.
“Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai Kota Pelajar, melainkan juga kerap disebut sebagai The Heart of Java,” katanya dalam sambutan saat jamuan makan malam untuk delegasi Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Pendidikan G20, di Yogyakarta, dikutip antara, Kamis (17/3)
Ia menuturkan, jika melihat sejarah, Daerah Istimewa Yogyakarta dibangun di atas nilai-nilai kebinekaan dan toleransi.
“Candi Prambanan merupakan candi Hindu, sedangkan Candi Sewu yang letaknya berdekatan merupakan tempat peribadatan umat Buddha,” ujar KGPAA Paku Alam X.
KGPAA Paku Alam X menuturkan, kedua entitas agama tersebut dapat hidup rukun, mewarnai, dan memantapkan budaya toleransi Yogyakarta saat ini.
“Kita tentu harus sepakat sejak awal bahwa pendidikan harus dirancang untuk menghargai perbedaan karena pada akhirnya toleransilah yang akan mengangkat derajat kemanusiaan kita ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Ia berharap forum G20 ini dapat memberikan inspirasi bagi perkembangan dunia pendidikan melalui kerja sama negara-negara anggota G20.
“Saya yakin semua peserta dipenuhi dengan semangat dalam berbagi pemikiran dan ide cemerlang untuk memajukan pendidikan global,” ujarnya.

































































