Jakarta – Ketua Umum Lembaga Persaudaraan Ormas Islam, Prof Dr. KH Said Aqil Siradj meminta umat Islam waspada ancaman politisasi agama dan politik identitas. Caranya, dengan membangun kesiapsiagaan nasional, deteksi dini dan mewaspadai gerakan perekrutan dan penggalangan suara yang membawa-bawa nama agama demi tujuan politik.
“Apapun bentuknya tindak tegas pelaku politisasi agama,” ujarnya Kiai Said saat memberi sambutan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) LPOI di Hotel Santika Premier, Jakarta, Kamis (15/9/2022).
Diakuinya bahwa virus radikalisme, terorisme dan Intoleransi, masih terus berusaha menjebol rasa kesatuan dan persatuan juga kemanusiaan sebagai anak bangsa. Namun, dengan membangun sistem kewaspadaan nasional, sistem deteksi dini, pengawasan berbasis Indeks Potensi Radikal secara kolaboratif berbasis multi pihak, dirinya yakin virus tersebut sulit menembus jantung NKRI.
“Mencegah, membangun imunitas ideologi dan edukasi wawasan kebangsaan, menindak segala bentuk rencana dan aksi penggalangan dana, rekrutmen, Ideologisasi, organisasi radikal, intoleran dan organisasi teroris,” ucap mantan Ketua Umum PBNU ini .
Ia mengungkapkan, LPOI sudah melakukan MoU dengan BNPT pada tahun 2020 lalu. Dimana MoU ini berangkat dari asas yang sama, historical yang sama dan prinsip-prinsip yang sama untuk membangun kekuatan bersama dalam menghadapi ideology transnasional yang mengakibatkan ekstrimisme, radikalisme dan puncaknya adalah terorisme.
“Kita sebagai ormas Islam berperan dalam melakukan deradikalisasi. Adapun kalau di teroris yang bertindak adalah Densus. Kalau kami deradikalisasi, misalkan kepada mereka yang ingin bertobat dan ingin kembali ke NKRI. Kita berikan pencerahan dan kesadaran bagi mereka prinsip-prinsip Islam yang beradab dan yang berbudaya,” pungkas Kiai Said.
Kegiatan itu dihadiri ormas-ormas Islam dibawah LPOI seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Al~Irsyad Al Islamiyah, Al~Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Umat Islam (PUI), Mathla’ul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI), Ikatan Dai Indonesia (IKADI) dan Nahdatul Wathan.

































































