Samarinda – Pendidikan bela negara baik kepada pelajar, pemuda, maupun mahasiswa, diyakini mampu menangkal paham radikalisme dan terorisme. Karena itu pendidikan bela negara penting terus dilakukan agar generasi penerus bangsa memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi dan semangat persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila.
“Untuk itu, kami terus keliling ke sekolah-sekolah hingga kampus untuk memberikan pendidikan bela negara, termasuk Sabtu kemarin, kami berikan kepada mahasiswa FKIP Universitas Mulawarman Samarinda,” kata Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Samarinda Brigjen TNI Dendi Suryadi di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (18/9/2022).
Pernyataan itu diungkapkan Brigjen Dendi Suryadi saa memberikan kuliah umum di FKIP Universitas Mulawarman Samarinda. Menurut dia, cikal bakal generasi penerus bangsa Indonesia harus memiliki jiwa bela negara atas kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) NRI Tahun 1945.
Ia mengemukakan bahwa pendidikan bela negara memiliki nilai-nilai seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa, dan bernegara, yakin Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta bersedia membela negara.
“Pendidikan bela negara sangat penting untuk mencegah radikalisme. Radikalisme apa saja. Caranya adalah dengan melatih kepemimpinan, baik mandiri maupun berkelompok,” katanya saat memberi kuliah umum di FKIP Universitas Mulawarman Samarinda.
Mahasiswa, lanjut ia, merupakan ujung tombak dalam upaya membela negara sehingga perlu memperkuat pendidikan bela negara di lingkungan kampus untuk membentengi mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh oleh radikalisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI.
“Meski demikian, sikap radikal juga sangat penting dimiliki mahasiswa dalam mencari kebenaran hingga ke akar-akarnya, terutama saat mengerjakan tesis, agar semua bisa dipahami secara logis,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa selain harus memiliki jiwa bela negara juga harus memiliki keberanian. Berani untuk keras terhadap diri sendiri sehingga bisa terbentuk mental dan jiwa kepemimpinan.
“Bersikap keras pada diri sendiri adalah prasyarat kalau ingin berhasil dalam kehidupan dan menjadi pemimpin. Saat kita bisa menghindar dari pengaruh negatif, terutama yang mengarah pada sikap radikal dan intoleran, bahkan sampai ekstrem melakukan kekerasan, kita bisa menyelamatkan Indonesia dari berbagai ancaman,” katanya.

































































