Tangerang – Pemikiran agama ekstrem yang mengarah ke radikalisme dan terorisme.dapat menghancurkan sebuah negara. Salah satu contoh nyata terjadi Suriah. Akibat karena paham yang terlalu kanan Suriah kini hancur didera perang saudara dan menjadi sarang kelompok teroris.
Hal itu dikatakan Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme (BPET) MUI, Dr Ikhsan Abdullah saat menjadi Keynote Speaker Ngaji Kebangsaan di Aula MUI Kota Tangerang, Kamis, pekan lalu. Untuk itu, Ikhsan mengingatkan masyarakat terkait bahaya pemikiran ekstrem tersebut.
“Dengan menerapkan itu (ekstrem kanan) negara bisa hancur. Suriah contohnya,” kata Ikhsan dikutip dari laman mui.or.id, Selasa (22/11/2022).
Menurutnya, MUI memiliki peran strategis untuk menjaga warga agar tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang bersifat ekstrem. Sebagai shodiqul hukuma (mitra pemerintah) dan himmayatul ummah (menjaga umat), MUI berperan menjaga umat.
Dia juga menjelaskan bahwa Indonesia yang bukan negara agama maupun sekuler, tetapi negara yang berketuhanan yang maha esa, buktinya dengan meluncurkan Undang Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Ia mengingatkan umat untuk tidak menggunakan atau mengkonsumsi yang tidak halal, baik itu makanan, minuman, obat-obatan maupun kosmetika.
“Jadi siapa bilang umat Islam tidak menggunakan ketentuan di negeri ini? Tinggal bagaimana kita ikut menegakkan dengan cara yang wasathiyah,” paparnya.
Kegiatan yang digelar oleh BPET MUI ini bertajuk: Optimalisasi Islam Wasathiyah dalam Mencegah Ekstrimisme. Hadir sejumlah tokoh di antaranya Pengamat Terorisme UI Sapto Priyanto, Yayasan Penyintas Indonesia Nanda Olivia Daniel, Sekjen Debintal Hendro Fernando, dan Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah.

































































