Sigi – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengoptimalkan implementasi pendekatan moderasi beragama untuk meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di daerah itu.
“Moderasi beragama harus kita dorong, kita tingkatkan dan kita kuatkan demi meningkatkan kedamaian, ketentraman dan kerukunan umat beragama,” ucap Bupati Sigi Mohamad Irwan, di Sigi, Sulteng, Rabu, saat menyampaikan sambutan pada Peringatan HUT ke 14 Tahun Kecamatan Lindu yang dirangkaikan dengan Natal Budaya To Lindu.
Peringatan HUT ke 14 tahun Kecamatan Lindu yang dirangkaikan dengan Natal Budaya To Lindu dihadiri oleh Bupati Sigi Mohamad Irwan, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di wilayah Kecamatan Lindu, serta Camat Kulawi dan Kulawi Selatan.
Di hadapan para tokoh agama, Mohamad Irwan menjelaskan, moderasi beragama dapat dikatakan sebagai cara beragama yang moderat, untuk menghindari keekstreman dalam praktik beragama.
“Moderasi beragama bukanlah moderasi agama. Sebab, moderasi beragama berada pada tataran sosiologis yang dalam wilayah praktek keberagamaan di kehidupan sosial kemasyarakatan dan menjalin hubungan sosial dengan orang lain,” kata Mohamad Irwan yang juga Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Sigi.
Sementara pada tataran teologis, kata dia, setiap orang berhak dan bahkan seharusnya meyakini kebenaran agamanya, tetapi pada saat yang sama dalam tataran sosiologis harus memahami bahwa orang lain juga memiliki keyakinan terhadap ajaran agama mereka.
Oleh karena itu, ia mengajak kepada semua tokoh agama, di daerah itu untuk bersinergi mengoptimalkan implementasi pendekatan moderasi beragama di masyarakat.
“Semua agama mengajarkan tentang kebaikan dan kedamaian, maka persamaan ini harus dikedepankan dalam kehidupan sosial keagamaan. Perbedaan yang ada ialah kehendak Tuhan, bukan kehendak manusia. Oleh karena itu, perbedaan yang ada harus dijunjung tinggi dan dihargai,” imbuhnya.
“Perbedaan jangan membuat kita terpecah belah,” ujarnya.
Ia berharap agar Natal Budaya To Lindu dapat berdampak terhadap penguatan silaturahim antar sesama manusia di wilayah Kabupaten Sigi.
“Diharapkan hal ini dapat memperkuat persaudaraan sesama manusia, sesama umat beragama,” kata dia.
Ia menambahkan, natal budaya perlu didorong untuk dilaksanakan di semua wilayah di Kabupaten Sigi di setiap momentum natal.
































































