Damaskus – Kedutaan Besar Iran di Damaskus, Suriah, dilaporkan diserang oleh sekelompok orang bersenjata, yang mengakibatkan kerusakan pada beberapa ruangan di dalamnya. Berdasarkan laporan dari kantor berita Iran, IRNA, dan media internasional seperti AFP serta Al Jazeera, para penyerang dilaporkan memasuki gedung Kedutaan Besar Iran.
Rekaman yang beredar di media menunjukkan kondisi ruangan kedutaan yang hancur, dengan beberapa foto pemimpin-pemimpin yang telah meninggal, termasuk Qassem Soleimani dari Iran dan Hassan Nasrallah dari Hizbullah, yang terlihat dirusak. Serangan ini terjadi setelah kelompok pemberontak mengumumkan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad, sekutu utama Iran, telah digulingkan. Namun, identitas para pelaku serangan masih belum diketahui.
Seorang penyiar televisi pemerintah mengonfirmasi bahwa “orang-orang tak dikenal” telah menyerang kedutaan besar Iran, yang ditunjukkan melalui gambar-gambar yang disebarkan oleh berbagai jaringan media. Pada waktu yang sama, pemberontak dilaporkan telah memasuki Damaskus, memaksa Assad melarikan diri dari ibu kota dan mendeklarasikan berakhirnya masa kepemimpinan pemerintahan Assad.
Perdana Menteri Suriah Mohammad Ghazi al-Jalali menyatakan bahwa dirinya tidak berencana untuk meninggalkan negara dan bertekad memastikan kelangsungan lembaga publik serta transisi kekuasaan yang damai. Sementara itu, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Al Julani, menegaskan bahwa pasukan oposisi tidak diperbolehkan merebut lembaga pemerintah dan meminta agar semua institusi tetap berada di bawah kendali perdana menteri sampai transisi kekuasaan resmi terjadi. Meskipun demikian, sejumlah warga dan pasukan oposisi merayakan runtuhnya rezim Assad, termasuk dengan menembakkan tembakan perayaan.

































































