Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah serius dalam memastikan kualitas Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. Tidak hanya fokus pada aspek gizi, pengawasan kini diperluas hingga keamanan pangan dan kebersihan lingkungan penyajian.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menegaskan bahwa 101 Puskesmas di wilayah Bogor dilibatkan untuk mengawasi rantai distribusi MBG, mulai dari bahan baku, penyimpanan, hingga makanan sampai ke tangan siswa.
“Pengawasan dilakukan dari hulu ke hilir supaya makanan yang sampai ke siswa tetap aman dikonsumsi,” ujarnya dikutip dari radarbogor.jawapos.com, Kamis (25/9/2025).
Pendekatan ini menandai perubahan penting: program MBG tidak boleh hanya dipandang sebagai intervensi gizi, tetapi juga bagian dari sistem keamanan pangan sekolah. Dengan pemeriksaan menyeluruh—kecukupan energi, protein, vitamin, dan mineral, hingga aspek teknis seperti masa kedaluwarsa, kualitas air, sanitasi dapur, dan distribusi—pemerintah ingin meminimalisasi risiko keracunan atau kontaminasi.
Selain itu, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) digencarkan bagi siswa, guru, dan orang tua. Guru, kader UKS, serta penyedia makanan juga dilatih mengenali gejala alergi maupun keracunan, berikut prosedur pertolongan pertama. Skenario darurat pun disiapkan dengan SOP khusus jika ditemukan makanan bermasalah.
Dari sisi keberlanjutan, Pemkab Bogor mendorong penggunaan bahan pangan lokal. Strategi ini bukan hanya menekan biaya distribusi, tetapi juga menghubungkan program gizi dengan pemberdayaan petani daerah. Pelatihan rutin bagi penjamah makanan dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melengkapi upaya menjaga standar keamanan pangan.
Hingga kini, Dinas Kesehatan menyebut belum ada kasus keracunan massal terkait MBG di sekolah. Namun, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi pengawasan di ribuan titik sekolah, memastikan standar yang sama diterapkan, serta menghindari potensi moral hazard dalam penyediaan bahan pangan.
Dengan demikian, pengawasan ketat MBG di Kabupaten Bogor bukan sekadar langkah teknis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan ekonomi lokal.

































































