Sawahlunto — Sentra Produksi dan Penyedia Gizi (SPPG) Santua Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menerapkan standar tinggi kebersihan dan sanitasi dalam proses pencucian ompreng makan bergizi untuk pelajar. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator relawan bagian pencucian ompreng, Eka Defrianto, mengatakan prosedur pembersihan dilakukan secara berlapis untuk memastikan wadah makanan bebas dari lemak, residu sabun, dan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan siswa.
“Ompreng disiram air panas terlebih dahulu untuk menghilangkan lemak, lalu dicuci menggunakan sabun, digosok, dibilas, dilap, dan dikeringkan. Alat pencuci ompreng juga dipisah dari peralatan masak,” jelas Eka, Senin (3/11/2025).
Ia menuturkan, pada masa awal pelaksanaan, proses pencucian memakan waktu lama karena fasilitas belum lengkap dan tim masih menyesuaikan diri. Namun setelah metode diperbaiki dan ditambah mesin pengering, efisiensi kerja meningkat signifikan.
“Kalau dulu mulai jam dua siang dan baru selesai menjelang subuh, sekarang bisa rampung sekitar jam sebelas sampai tengah malam,” ujarnya.
Pemilihan sabun cuci pun mendapat perhatian khusus. Relawan menggunakan produk yang aman bagi peralatan makan dan tidak meninggalkan residu kimia berbahaya.
Saat ini, SPPG Santua Barangin melibatkan 47 relawan, yang bekerja sesuai pembagian tugas dengan sistem pengupahan Rp110.000 per hari, serta tambahan insentif bagi koordinator tim sebagai bentuk penghargaan atas tanggung jawab dan ketelitian mereka dalam menjaga standar layanan publik.
Bagi sebagian warga, kesempatan menjadi relawan SPPG menjadi sumber penghidupan baru.
“Biasanya saya kerja proyek bangunan, tapi sekarang proyek sedang sepi. Alhamdulillah bisa kerja di SPPG, jadi tetap ada penghasilan,” kata Eka.
Selain menjaga higienitas wadah makanan, para relawan juga mendapat pendampingan tenaga kesehatan dan pengawasan berkala dari Polres Sawahlunto melalui Dokkes yang melakukan pemeriksaan keamanan pangan secara rutin.
Langkah ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menjamin layanan makan bergizi yang aman dan sehat bagi pelajar, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun generasi Indonesia Emas 2045 — generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (Ant)
































































