Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyoroti meningkatnya dampak negatif media sosial terhadap remaja yang belakangan memicu perhatian publik. Ia menegaskan bahwa fenomena ini harus dipandang serius karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda Indonesia di era digital.
“Komisi I DPR RI memberikan perhatian besar terhadap dampak media sosial pada remaja. Platform yang awalnya dirancang untuk memudahkan komunikasi dan memperluas akses informasi, kini juga menjadi ruang bagi konten destruktif, provokatif, bahkan berbahaya bagi tumbuh kembang psikologis anak dan remaja. Ini isu penting karena menyentuh masa depan generasi kita,” ujar Dave, Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya, penanganan masalah ini membutuhkan kebijakan komprehensif dan kolaboratif. Regulasi dapat menjadi salah satu instrumen, namun harus dirancang secara hati-hati.
“Regulasi memang diperlukan, tetapi penyusunannya harus cermat agar tidak mengekang hak anak atas informasi dan ekspresi,” katanya.
Dave juga merespons kebijakan pembatasan media sosial bagi remaja yang mulai diterapkan sejumlah negara, termasuk Australia. Ia menilai langkah tersebut bisa menjadi bahan kajian, tetapi tidak bisa langsung diadopsi begitu saja di Indonesia.
“Kebijakan pembatasan total penggunaan media sosial bagi remaja bisa dipertimbangkan, namun belum tentu tepat jika langsung diterapkan di Indonesia,” jelas Legislator Golkar itu.
“Kebijakan semacam ini harus dikaji mendalam dengan mempertimbangkan keragaman masyarakat, serta keseimbangan antara perlindungan anak dan hak mereka atas informasi.”
Ia menekankan bahwa literasi digital adalah aspek yang jauh lebih fundamental. Pembatasan saja tidak cukup tanpa kemampuan anak dalam membaca, memahami, dan menyaring informasi.
“Solusi atas tantangan media sosial bukan sebatas pembatasan. Yang juga penting adalah pembekalan literasi digital. Anak-anak harus mampu memilah informasi, memahami risiko, dan membangun ketahanan terhadap pengaruh negatif di ruang digital,” kata Dave.
Ia menegaskan bahwa upaya melindungi remaja dari dampak buruk internet adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Ini tanggung jawab kolektif. Semua elemen bangsa perlu terlibat agar ruang digital kita menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan edukatif bagi anak dan remaja,” ujarnya.

































































