Jakarta – Indonesia resmi mengirimkan 996 atlet untuk tampil di SEA Games ke-33 yang akan digelar di Thailand pada 9–20 Desember 2025. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan, ajang dua tahunan ini akan menjadi pijakan penting dalam memetakan kekuatan atlet menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles.
“SEA Games Thailand akan menjadi dasar evaluasi kami. Dari sini, roadmap menuju Olimpiade 2028 akan terus diperkuat,” ujar Erick Thohir dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Kamis (21/11).
Menurut Erick, performa Indonesia di Thailand akan menjadi tolok ukur kesiapan atlet bersaing di level dunia. Capaian di ajang ini juga menjadi sasaran antara menjelang Asian Games 2026 dan SEA Games 2027.
“Saya ingin seluruh cabang olahraga benar-benar serius mengibarkan martabat bangsa. Setiap cabor harus berkontribusi medali,” tegasnya.
Dari 51 cabang yang dipertandingkan, Indonesia berpartisipasi di 48 cabor. Pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga menargetkan Indonesia finis di tiga besar klasemen akhir dengan perolehan minimal 80 medali emas.
“Paparan awal dari cabor menunjukkan potensi 120 emas, tapi setelah evaluasi kami targetkan angka realistis di 80. Dengan itu, posisi tiga besar masih sangat memungkinkan,” kata Erick.
Dengan 996 kontingen, Indonesia menjadi rombongan terbesar keempat setelah Thailand, Filipina, dan Malaysia. Erick mengatakan pemerintah sudah memperkuat dukungan anggaran, dari awalnya sekitar Rp10 miliar kini meningkat menjadi Rp66 miliar.
“Dengan peningkatan anggaran ini, kita bisa memenuhi usulan jumlah atlet dari cabor. Namun, konsekuensinya jelas: setiap cabor wajib memberi hasil. Akan ada sistem promosi dan degradasi bagi cabor yang tidak mencapai target,” tegas Erick, merujuk pada kebijakan dalam DBON.
Erick juga menekankan bahwa tidak ada tempat bagi titipan atlet. Pembinaan diarahkan pada prestasi, efisiensi, dan pembentukan fondasi dari usia dini hingga elite.
“Semua atlet yang berangkat adalah atlet terpilih. Tidak ada faktor umur atau titipan. Yang muda bersaing, yang senior harus menunjukkan daya saingnya,” ujarnya.
Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono, menambahkan bahwa timnya telah mengunjungi lebih dari separuh cabor peserta. Ia menilai antusiasme atlet sangat tinggi.
“Para atlet penuh semangat. Mereka yakin bisa memberikan yang terbaik untuk Merah Putih. Kami optimistis, setidaknya bisa mempertahankan posisi Indonesia seperti pada edisi sebelumnya,” kata Bayu.
Jumpa pers ini turut dihadiri Wamenpora Taufik Hidayat, Ketua KONI Pusat Marciano Norman, Sekjen NOC Indonesia Wijaya Noeradi, dan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Surono. SEA Games 2025 disebut menjadi momentum penting untuk menjaga kesinambungan prestasi Indonesia menuju puncak persaingan di Olimpiade 2028.

































































