Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberi dampak kuat bagi peserta didik di Sekolah Luar Biasa (SLB) Cahaya Jaya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sekolah ini, pelaksanaan MBG berjalan dengan pengawasan ketat guru, komunikasi rutin antara sekolah dan penyedia layanan makanan (SPPG), serta perubahan kebiasaan makan anak-anak berkebutuhan khusus.
Ketua Yayasan Cahaya Jaya, Silvianti Sunidja, mengatakan program ini berjalan baik dan menu yang diberikan umumnya sesuai standar gizi. “Bagus ya, saya bilang sih gizinya bagus. Ada tempe, tahu,” ujar Silvianti saat ditemui, Senin (1/12).
Silvianti menekankan bahwa salah satu faktor keberhasilan pelaksanaan MBG adalah komunikasi yang terbuka antara pihak sekolah dan SPPG. Setiap masukan yang disampaikan guru—mulai soal menu hingga pilihan buah—selalu ditanggapi dengan cepat.
“Kami selalu komunikasi. Kalau ada hal kecil saja kami WhatsApp ke SPPG, dan responnya bagus. Termasuk soal menu dan buah, semuanya direspons,” jelasnya.
Di tengah maraknya laporan dugaan keracunan di beberapa daerah, ia memastikan bahwa pelaksanaan MBG di sekolahnya sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala.
Dampak paling terasa adalah meningkatnya antusiasme belajar. “Anak-anak semangat, pagi pasti cepat mau ke sekolah. Ada MBG mereka semangat sekali,” kata Silvianti. Orang tua juga menyampaikan bahwa anak tidak lagi berangkat sekolah dalam keadaan lapar.
Di SLB Cahaya Jaya, makanan tidak langsung dibagikan kepada siswa. Guru terlebih dahulu melakukan pengecekan kualitas, terutama pada sayuran yang berpotensi basi karena waktu masak sangat pagi. “Sayurnya dicek, nasi juga bagus. Hari ini bihun, bagus menunya,” ujarnya.
Para orang tua murid merasakan dampak nyata dari hadirnya MBG. Kanah, salah satu wali murid, mengaku terbantu karena kebutuhan menyiapkan sarapan berkurang.
“Berkat MBG, menyiapkan makanan jadi berkurang. Alhamdulillah, makanan seperti ciki-ciki sudah berkurang juga,” tuturnya.
Wali murid lainnya, Ibu Vera, melihat manfaat dari sisi pemenuhan gizi. “Ada proteinnya, karbohidratnya juga tercukupi, susunya seminggu dua kali,” ujarnya.
































































