Jakarta — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti dengan uang tunai adalah hoaks.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, memastikan kabar tersebut tidak benar setelah sebuah unggahan di platform TikTok viral dengan memuat narasi menyesatkan.
“Beredar unggahan pada platform media sosial TikTok mengenai Menteri Keuangan yang mengusulkan MBG diganti dengan uang. Kami menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks,” tegas Deni dalam keterangan resmi, Minggu (7/12/2025).
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap beragam bentuk penipuan dan disinformasi yang mengatasnamakan pejabat maupun pegawai Kemenkeu.
“Harap berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Keuangan. Mari kita bijak bermedia sosial,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana juga telah menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan program MBG diganti dengan bantuan uang tunai. Menurutnya, pemberian uang sudah difasilitasi melalui skema Bantuan Langsung Tunai (BLT), sementara MBG memiliki misi khusus untuk intervensi pemenuhan gizi masyarakat.
“Program ini dirancang sejak lama oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai intervensi pemenuhan gizi. Untuk bantuan uang tunai sudah ada BLT, jadi kami tidak mengarah ke sana,” ujar Dadan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
Ia menambahkan, konversi MBG menjadi bantuan uang justru berpotensi membuka celah penyelewengan dan mengurangi efektivitas program dalam meningkatkan gizi masyarakat.
































































