Bangkok — Atlet wushu Indonesia Patricia Geraldine kembali mengharumkan nama bangsa dengan mempersembahkan medali emas pada nomor taolu gabungan chanquan, jianshu, dan qianshu putri di ajang SEA Games 2025 Thailand. Bertanding di Multi-Purpose Space Lantai 2, Bangkok, Senin, Patricia tampil stabil dan meyakinkan sepanjang rangkaian jurus.
Patricia mencatat total nilai tertinggi 29,266, hasil dari skor 9,750 pada chanquan, 9,760 pada jianshu, dan 9,756 pada qianshu. Konsistensi teknik, presisi gerakan, serta ekspresi yang matang membuatnya unggul atas para pesaing dan memastikan Merah Putih berkibar di podium tertinggi.
Medali perak diraih atlet Malaysia Pang Pui Ye dengan total nilai 29,109, sementara perunggu menjadi milik wakil Singapura Le Yin Shuen yang mengoleksi 29,055 poin.
Tambahan emas dari Patricia semakin memperkuat kontribusi cabang wushu bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Sebelumnya, wushu telah menyumbang satu emas dan tiga perak, menjadikannya salah satu lumbung medali Merah Putih di Thailand.
Dari sektor putra, atlet senior Edgar Xavier Marvelo juga tampil gemilang dengan meraih medali emas nomor taolu gabungan changquan, daoshu, dan gunshu. Marvelo mengumpulkan 29,349 poin, hasil dari skor 9,776 (changquan), 9,780 (daoshu), dan 9,793 (gunshu).
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi penampilan terakhir Marvelo di ajang SEA Games, menandai akhir perjalanan panjangnya bersama tim nasional. Ia unggul tipis atas rekan setimnya Seraf Naro Siregar yang meraih perak dengan 29,246 poin.
Indonesia juga menambah koleksi medali dari nomor taolu duilian. Pada duilian bersenjata beregu putra, tim Indonesia yang diperkuat Edgar Xavier Marvelo, Ahmad Ghifari Fuaiz, dan Seraf Naro Siregar meraih medali perak dengan nilai 9,740, kalah tipis dari Thailand yang meraih emas (9,763). Perunggu diraih Brunei Darussalam (9,736).
Sementara itu, dari duilian tangan kosong beregu putri, pasangan Eugenia Diva Widodo dan Tasya Ayu Puspa Dewi juga menyumbangkan medali perak dengan nilai 9,620, berada di bawah Malaysia (9,633) dan di atas Filipina (9,493).
Rangkaian prestasi ini menegaskan kekuatan wushu Indonesia di Asia Tenggara, dengan kombinasi atlet senior berpengalaman dan atlet putri yang konsisten menjaga standar teknik di level tertinggi.
































































