Jakarta — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat proyeksi Neraca Pangan Nasional yang dilakukan secara rutin setiap bulan menunjukkan stok beras, daging ayam, dan telur ayam ras dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan hasil analisis menunjukkan produksi pangan dalam negeri mampu menopang kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan MBG sepanjang 2025.
“Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, peningkatan produksi pangan pokok strategis yang dilakukan Kementerian Pertanian bertujuan menjadi penopang pelaksanaan MBG. Bapanas memastikan bahan baku menu MBG dapat dipenuhi dari hasil petani kita sendiri,” ujar Sarwo dalam keterangannya.
Keberpihakan terhadap produksi pangan domestik tersebut, lanjut Sarwo, diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku usaha pangan nasional. Hal ini juga menjadi perhatian utama Kepala Bapanas yang sekaligus menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Berdasarkan proyeksi Bapanas, kebutuhan beras untuk SPPG dalam Program MBG sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 381,8 ribu ton. Angka tersebut dihitung dari estimasi kebutuhan beras per SPPG, jumlah pemberian menu MBG berbasis beras dalam sebulan, serta jumlah SPPG yang beroperasi.
Kebutuhan tersebut dinilai aman karena produksi beras nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 34,79 juta ton. Sementara stok akhir tahun beras nasional diproyeksikan sebesar 12,52 juta ton, meningkat 49,1 persen dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang tercatat 8,4 juta ton.
Untuk komoditas daging ayam, kebutuhan SPPG sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 222,7 ribu ton. Jumlah ini dapat dipenuhi dari produksi daging ayam nasional yang diproyeksikan mencapai 4,2 juta ton. Stok akhir tahun daging ayam pada 2025 diperkirakan berada di level 231,2 ribu ton, meningkat 177,5 persen dibandingkan stok akhir 2024 sebesar 83,3 ribu ton.
Sementara itu, kebutuhan telur ayam ras untuk SPPG sepanjang 2025 diperkirakan berada di kisaran 127,3 ribu ton. Kebutuhan tersebut dinilai masih jauh di bawah kapasitas produksi telur ayam ras nasional yang mencapai sekitar 6,5 juta ton. Adapun stok akhir tahun telur ayam ras nasional pada 2025 diproyeksikan mencapai 74,5 ribu ton, melonjak 154,2 persen dibandingkan stok akhir 2024 yang berada di angka 29,3 ribu ton.
Bapanas menegaskan kecukupan pasokan pangan strategis ini menjadi fondasi penting agar Program MBG berjalan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis produksi dalam negeri.

































































