Jakarta – Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta mengungkap temuan kasus anak yang terpapar ideologi ekstrem melalui platform digital di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kasus ini menjadi peringatan bahwa radikalisasi tidak hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga melalui ruang siber yang semakin mudah diakses anak-anak.
Tenaga Ahli Pemenuhan Hak Korban Kekerasan Perempuan dan Anak UPT PPPA DKI Jakarta, Chairul Luthfi, menyebut salah satu anak di Jakarta Selatan terpapar paham terorisme dan radikalisme setelah bergabung dalam grup Telegram yang memuat konten Neo-Nazi. Ia menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan sosialisasi bertema pencegahan pelecehan terhadap perempuan dan anak di Taman Literasi Blok M, Rabu.
Menurut Chairul, kemudahan akses aplikasi komunikasi daring membuat anak rentan terpapar konten ideologi ekstrem tanpa filter yang memadai. Ia menekankan bahwa pengawasan orang tua tidak cukup hanya di ruang publik, tetapi juga di ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak.
Hasil penelusuran bersama Densus 88, lanjut Chairul, mengidentifikasi lima anak yang menjadi korban paparan radikalisme. Dua di antaranya telah ditangani PPAPP, masing-masing di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Ia mengingatkan orang tua dan masyarakat untuk waspada terhadap aktivitas anak di grup daring yang berpotensi mengarah pada paham ekstrem. Jika menemukan indikasi mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor melalui hotline Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang tersedia selama 24 jam.
“Mandat Undang-undang Perlindungan Anak menegaskan bahwa negara, pemerintah, masyarakat, dan orang tua memiliki tanggung jawab bersama dalam melindungi hak anak,” ujar Chairul.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, PPAPP DKI Jakarta mencatat 2.269 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jakarta Selatan menempati posisi kedua dengan 460 kasus, mencerminkan urgensi penguatan sistem perlindungan anak di tingkat keluarga dan komunitas. (Ant)

































































