Malang – Mujahadah Kubro dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, bukan hanya menjadi peristiwa spiritual akbar, tetapi juga panggung nyata toleransi dan solidaritas lintas iman.
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah dan pengurus gereja di Kota Malang atas dukungan penuh mereka terhadap kelancaran kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 ribu jamaah tersebut.
“Terima kasih kepada Muhammadiyah yang menyiapkan 10 ribu bungkus konsumsi, sekolah-sekolah Muhammadiyah di sekitar stadion yang menyediakan snack dan minuman, serta membuka lahan dan fasilitasnya,” ujar Gus Kikin dalam puncak Harlah 1 Abad NU, Minggu (8/2/2026), yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, itu juga memberikan penghormatan tinggi kepada pengurus gereja yang menunjukkan sikap toleransi luar biasa demi suksesnya Mujahadah Kubro.
“Pengurus gereja membuka pintu dan fasilitasnya untuk warga NU. Bahkan, dengan penuh kearifan, mereka menggeser jadwal misa kebaktian demi kelancaran kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurut Gus Kikin, Mujahadah Kubro menjadi gambaran keguyuban dan rasa syukur atas perjalanan NU selama satu abad, sekaligus momentum memperkokoh persatuan warga Nahdliyin, khususnya di Jawa Timur.
Ia menilai, kebersamaan lintas organisasi dan lintas agama tersebut menunjukkan bahwa NU hadir sebagai kekuatan pemersatu di tengah dinamika sosial dan kebangsaan.
Sementara itu, Sekretaris PWNU Jawa Timur, H M Faqih, menjelaskan bahwa Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana dihadiri 107.049 jamaah, yang datang menggunakan 1.283 bus, ribuan mobil, serta sepeda motor dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Jumlah tersebut terdiri atas 79.049 jamaah dari PCNU se-Jawa Timur dan 28.000 warga Muslimat NU. Seluruh rombongan terbagi dalam sembilan zona dengan pengaturan yang ketat dan terkoordinasi,” jelasnya.
Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU, Prof Maskuri Bakri, menambahkan bahwa peringatan satu abad NU versi Masehi ini dirangkai dalam 13 agenda besar yang tersebar sejak Januari hingga Februari 2026.
Rangkaian tersebut meliputi Kick Off dan Sarasehan Pesantren, ziarah muassis dan muharrik NU, pameran seni dan ekonomi NU, hingga kegiatan pemberdayaan keluarga dan pesantren sehat di berbagai daerah Jawa Timur.
“Puncaknya adalah Mujahadah Kubro pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Malang, sebagai simbol doa, persatuan, dan kontribusi NU bagi bangsa,” pungkasnya.
































































