Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan sekadar kebijakan sosial jangka pendek, melainkan fondasi penting untuk membangun kualitas generasi masa depan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa MBG merupakan investasi strategis dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Menurutnya, dampak program tersebut semakin terlihat melalui hasil survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Penguatan Karakter. Evaluasi yang terintegrasi dalam kerangka Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), khususnya kebiasaan makan sehat dan bergizi, melibatkan 1.203.309 siswa secara nasional pada dua periode survei sepanjang 2025.
Hasilnya menunjukkan, sekolah penerima MBG mencatat rata-rata penurunan gangguan belajar akibat lapar sebesar 2,37 poin persentase lebih tinggi dibanding sekolah yang belum menerima program tersebut. Angka ini bahkan melonjak signifikan di wilayah Indonesia Timur, dengan selisih penurunan mencapai 14,85 poin persentase.
Lalu menilai temuan tersebut mempertegas keterkaitan langsung antara pemenuhan gizi dan kualitas proses belajar. Menurutnya, ketika kebutuhan dasar siswa terpenuhi, konsentrasi dan fokus dalam mengikuti pelajaran pun meningkat.
“Data ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi memiliki korelasi langsung dengan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar ekspansi program tetap diiringi evaluasi menyeluruh. Sejumlah catatan di lapangan, seperti temuan makanan basi maupun kasus keracunan, harus menjadi perhatian serius agar tidak mencederai tujuan besar program.
Ia menekankan pentingnya penguatan standar keamanan pangan, sistem distribusi, serta pengawasan yang konsisten di setiap satuan pendidikan penerima manfaat. Program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa, menurutnya, tidak boleh menimbulkan persoalan baru akibat kelalaian teknis.
Komisi X DPR RI juga mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah aktif memberikan masukan dan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional sebagai pelaksana teknis MBG. Sinergi antarlembaga dinilai penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dengan data partisipasi yang besar dan dampak yang mulai terukur, MBG kini memasuki fase krusial: memastikan perluasan jangkauan berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelaksanaan di lapangan.
































































