Palembang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dinilai mampu menunjukkan bahwa makanan sehat dan bergizi tidak harus mahal.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana seusai melakukan kegiatan sosialisasi program MBG di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Selasa.
Menurut Sri, menu yang disajikan dalam program MBG dirancang sederhana namun tetap memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Dalam setiap porsi makanan terdapat unsur karbohidrat, protein, serat, serta vitamin yang berasal dari buah dan sayuran.
“Menu makanan MBG cukup lengkap dan tidak mahal. Di dalamnya terdapat protein, karbohidrat, serat, serta vitamin dari buah dan sayuran,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa makanan bergizi tidak selalu identik dengan bahan pangan yang mahal. Banyak sumber protein dan nutrisi yang mudah dijangkau masyarakat, seperti telur, sayuran, dan bahan pangan lokal lainnya yang tersedia sesuai kondisi masing-masing daerah.
Menurutnya, esensi dari program MBG bukan hanya menyediakan makanan sehat bagi anak-anak, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan bergizi.
“Inti dari MBG adalah menyehatkan sekaligus mengedukasi masyarakat dalam pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Sri.
Melihat manfaat tersebut, ia menyatakan dukungannya agar pemerintah terus memperluas implementasi program MBG di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Selatan.
Sri juga menilai kehadiran Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi serta integrasi berbagai program peningkatan gizi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sebagai pengawas sosial juga penting agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa.
“Ketika pemerintah menghadirkannya secara gratis, masyarakat menjadi lebih mudah memenuhi kebutuhan gizi yang benar,” ujarnya.
Selain itu, program MBG juga diharapkan dapat membentuk kebiasaan pola makan sehat sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak.
Sementara itu, Tenaga Layanan Operasional Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Rahma Dewi Auliyasari, mengatakan program MBG dirancang sebagai upaya membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Ia menjelaskan bahwa selain meningkatkan asupan gizi anak, program tersebut juga bertujuan menekan angka kasus kekerdilan atau stunting yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis.
Lebih jauh, program MBG juga diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal melalui rantai pasok bahan pangan.
“Melalui MBG, pemerintah ingin memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi,” ujar Rahma. (Ant)
































































