Cilacap – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membawa dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di daerah. Di Cilacap, Jawa Tengah, program ini menjadi pintu rezeki baru bagi UMKM yang sebelumnya bergerak dalam skala terbatas.
Salah satu yang merasakan langsung manfaat tersebut adalah Dapur Raffa, usaha rumahan milik Siswanti di Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu. Usaha yang memproduksi aneka roti manis ini kini menjadi bagian dari rantai pasok program MBG dengan memasok produk ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
“Sejak ada MBG, usaha kami ikut berkembang. Permintaan meningkat dan produksi jadi lebih rutin,” ujar Siswanti, Senin (30/3).
Ia menjelaskan, saat ini Dapur Raffa secara berkala mengirimkan produk dua kali dalam sepekan dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari ratusan hingga ribuan roti. Varian yang diproduksi pun beragam, seperti cokelat, keju, hingga stroberi.
Lonjakan permintaan tersebut berdampak langsung pada peningkatan pendapatan usaha. Tak hanya itu, Siswanti juga harus menambah tenaga kerja untuk menjaga kapasitas produksi tetap stabil.
“Alhamdulillah, selain pendapatan meningkat, kami juga bisa membuka lapangan kerja baru,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. UMKM tidak lagi hanya menjadi pelaku usaha mandiri, tetapi juga bagian dari ekosistem distribusi pangan yang lebih luas dan terstruktur.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional mencatat puluhan ribu UMKM telah terlibat dalam program ini. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut keterlibatan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun rantai pasok pangan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi antara program pemerintah dan pelaku usaha kecil tidak hanya memastikan ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Dengan semakin banyaknya UMKM yang terlibat, program MBG diharapkan terus memberikan dampak luas—tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi pelaku usaha lokal yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
































































