Boyolali – Petani hortikultura di Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, mulai merasakan dampak kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut membuka jalur distribusi baru bagi hasil panen sayuran sekaligus memberi kepastian pasar bagi petani lokal.
Budi, salah satu petani setempat, mengatakan selama ini hasil panen sayuran seperti pakcoy, tomat, brokoli, dan wortel harus melalui pengepul sebelum masuk ke pasar besar. Skema tersebut membuat harga kerap berubah dan petani tidak memiliki kepastian pembeli.
Namun, sejak adanya dapur MBG di wilayahnya, sebagian hasil panen dapat disalurkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia kini menyuplai kebutuhan sayuran ke dapur MBG SPPG Podo Moro di Gebyog.
Menurut Budi, dapur tersebut membutuhkan sekitar 50 kilogram pakcoy, 30 kilogram tomat, dan 20 kilogram selada setiap hari. Kebutuhan tersebut sebagian besar dipenuhi dari petani lokal di sekitar Desa Senden.
“Program MBG ini sangat membantu karena harga sayuran lebih baik dan ada kepastian pembeli,” kata Budi dikutip dari laman liputan6.com, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya petani sangat bergantung pada fluktuasi harga pasar. Ketika pasokan melimpah, harga bisa turun drastis. Dengan adanya MBG, sebagian hasil panen dapat terserap secara rutin sehingga pendapatan menjadi lebih stabil.
Selain meningkatkan pendapatan, program tersebut juga mendorong petani menanam komoditas yang lebih beragam. Hal itu karena dapur MBG membutuhkan berbagai jenis sayuran segar setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Meski demikian, Budi menilai serapan dari program MBG masih terbatas. Saat ini baru sebagian kecil hasil panen yang tersalurkan ke dapur MBG. Ia berharap ke depan lebih banyak dapur dibuka agar semakin banyak petani terlibat.
Menurutnya, keberadaan MBG tidak hanya membantu petani dari sisi ekonomi, tetapi juga memperpendek rantai distribusi dari kebun ke dapur. Skema ini dinilai lebih efisien sekaligus memberi kepastian usaha bagi petani hortikultura.
Ia pun berharap program MBG terus berlanjut dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. “Kalau bisa diperluas, tentu lebih banyak petani yang terbantu dan hasil panen tidak terbuang,” ujarnya.

































































