NGAWI – Pagi itu, Agus Yusuf Widodo (53) tampak sibuk membersihkan area dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ia menyapu dan merapikan ruang kerja, memastikan dapur tetap bersih sebelum aktivitas memasak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai.
Di balik rutinitas tersebut, Agus menyimpan kisah perjuangan hidup yang tidak sederhana. Selain bekerja sebagai petugas kebersihan dapur MBG, ia juga beternak delapan ekor kambing dan sesekali menjadi tukang pijat keliling untuk menambah penghasilan.
“(Penghasilan jadi tukang pijat) tergantung orangnya. Kadang satu orang Rp50 ribu, kadang dua orang Rp100 ribu. Kadang-kadang tidak dapat pelanggan,” kata Agus saat ditemui di Ngawi, Minggu (12/4/2026).
Keterbatasan fisik tidak menghalangi Agus untuk terus bekerja. Sejak kecil ia mengalami gangguan pendengaran akibat sakit panas. Baru dalam lima tahun terakhir, ia menggunakan alat bantu dengar untuk menunjang aktivitasnya.
“Kalau tidak pakai alat bantu dengar, saya tidak jelas (mendengarnya),” ujarnya.
Kesempatan bekerja di dapur MBG datang dari informasi seorang teman. Agus kemudian mencoba melamar dan kini telah lebih dari satu tahun menjadi bagian dari program tersebut. Ia mengaku lingkungan kerja yang menerima kondisinya membuatnya semakin bersemangat.
“Lumayan bagus dan lancar, alhamdulillah. Saya semangat dan senang bekerja. Teman-teman juga menerima kondisi saya,” ungkapnya.
Agus mengatakan penghasilan dari pekerjaannya di dapur MBG menjadi penopang utama kebutuhan keluarga. Gaji yang diterimanya setiap dua minggu sekali digunakan untuk mencicil utang sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Hasilnya cair dua minggu sekali. Ini untuk bayar utang bank. Dua minggu berikutnya untuk kebutuhan,” katanya.
Ia menjelaskan pinjaman tersebut digunakan untuk membiayai pendidikan anaknya. Menurut Agus, pendidikan menjadi prioritas utama yang harus diperjuangkan meski dalam keterbatasan.
“Saya mencicil di bank untuk biaya sekolah anak saya,” ujarnya.
Bagi Agus, pekerjaan di dapur MBG menjadi titik terang untuk menata kembali kondisi ekonomi keluarga. Dari penghasilan tersebut, ia perlahan mampu mencicil utang sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Jika diberi kesempatan bertemu Presiden Prabowo Subianto, Agus mengaku hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih, Pak Prabowo. Saya bisa bekerja di MBG untuk mencicil utang dan memenuhi kebutuhan lainnya,” ucapnya.

































































