Selong – Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang milik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai merasakan dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu lini usaha yang mengalami peningkatan permintaan adalah budi daya ikan nila dan lele yang kini menjadi pemasok bagi dapur program MBG.
Pelaksana Tugas Direktur PD Agro Selaparang, Sabar, mengatakan konsumsi ikan menjadi salah satu menu yang direkomendasikan Badan Gizi Nasional. Karena itu, pihaknya mengembangkan budi daya ikan nila di lima unit kolam dan berencana memperluas ke komoditas lain seperti ikan patin.
“Harga ikan cukup kompetitif, mulai Rp28 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram. Permintaan dari dapur MBG terus meningkat, sehingga budidaya akan terus kita kembangkan,” kata Sabar, Rabu (21/4/2026).
Ia menjelaskan, hasil produksi ikan dari kolam yang dikelola PD Agro Selaparang mencapai 5 hingga 10 kuintal setiap kali panen. Ikan nila menjadi pilihan utama karena dinilai lebih mudah dibudidayakan serta sesuai dengan kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Satu dapur mintanya satu kilogram isi empat ekor, dan ikan kita ini sudah siap panen,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, budidaya dilakukan dengan sistem pemisahan antara benih dan ikan siap panen. Menurut Sabar, sebelum adanya program MBG, penjualan ikan masih terbatas dalam jumlah kecil. Namun kini jumlah kolam ditambah untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.
“Sebelumnya hanya jual satu dua kilogram saja, kolam juga hanya satu dua. Sekarang sudah lebih banyak dan akan terus kita tambah,” katanya.
Selain memasok ikan, PD Agro Selaparang juga menyediakan air galon dan air minum dalam kemasan (AMDK) bagi dapur MBG. Air galon tersebut digunakan untuk kebutuhan dapur yang belum memiliki filter air, terutama untuk mencuci bahan makanan seperti sayur dan ikan.
PD Agro Selaparang menjual air galon seharga Rp15 ribu per galon. Saat ini, perusahaan daerah tersebut telah bekerja sama dengan sekitar 10 dapur MBG untuk pengiriman air galon.
“Air untuk dapur tidak boleh sembarangan, jadi mereka menggunakan air galon. Saat ini ada sekitar 10 dapur yang kami layani,” jelasnya.
Tidak hanya itu, PD Agro Selaparang juga menjadi penyedia beras untuk kebutuhan dapur MBG. Kerja sama dengan sekitar 10 dapur membutuhkan pasokan beras hingga 4 ton per bulan. Harga beras premium yang disediakan berada di kisaran Rp14.300 per kilogram.
Sabar berharap kebutuhan beras untuk program MBG dapat terus meningkat sehingga bisnis perusahaan daerah tersebut semakin berkembang. Keuntungan yang diperoleh nantinya akan kembali menjadi kontribusi bagi pembangunan daerah.
Melihat tren kebutuhan bahan pangan yang cukup besar, PD Agro Selaparang juga berencana melakukan ekspansi usaha ke sektor ayam petelur dan penyediaan daging. Selama ini, kebutuhan komoditas tersebut di Lombok Timur masih terbatas sehingga dinilai menjadi peluang usaha baru.
Selain program MBG, peluang lain juga datang dari rencana operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Jika koperasi tersebut berjalan, PD Agro Selaparang berpotensi menjadi penyedia bahan baku bagi kebutuhan koperasi.
Di sisi lain, lini bisnis yang sudah berjalan seperti distributor pupuk bersubsidi dan produksi es balok tetap dipertahankan. PD Agro Selaparang juga tengah menyiapkan pengembangan air minum dalam kemasan merek daerah yang nantinya akan dipasarkan lebih luas.
Sabar menyebut sejak dipimpin jajaran direksi baru, kinerja perusahaan daerah tersebut mulai menunjukkan perbaikan. Pada tahun 2025, PD Agro Selaparang berhasil menyetorkan dividen lebih dari Rp300 juta kepada pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, terpenting sekarang sudah mulai untung. Ke depan kami optimistis dengan dukungan program MBG dan peluang pasar lainnya,” katanya.

































































